• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kasus TB di Garut Cukup Tinggi, Rutilahu Penyebabnya

28 January
14:45 2020
2 Votes (5)

KBRN,  Garut : Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus dalam program eliminasi TBC di daerah Garut Jawa Barat.  Kata Rudy pemberantasan TBC sangatlah penting dilakukan, mengingat saat ini Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten dengan target penemuan kasus Tuberkulosis (TB) yang cukup tinggi di Jawa Barat.

"Indonesia berada di peringkat ketiga negara dengan penderita TBC terbanyak di dunia dan Garut salah satu terbanyak di wilayah Jawa Barat," ujar Rudy dalam sambutannya di pertemuan diskusi bersama Kementerian Kesehatan di Kantor Bupati Garut, Jawa Barat,  Selasa (28/1/2020).

Lebih lanjut Rudy menjelaskan banyak faktor yang menjadikan seseorang terkena penyakit TBC,  diantaranya keluarga yang tidak memiliki rumah tidak layak huni (rutilahu). Untuk itu kata Rudy selain berkordinasi dengan dinas kesehatan terkait,  pihaknya juga akan merenovasi rumah warga yang terkena TBC yang tinggal di rutilahu.

Rudy menambahkan tahun ini pihaknya telah menganggarkan Rp300 miliar untuk program kesehatan di Kabupaten Garut yang Rp10 miliarnya diperuntukkan untuk rutilahu. 

"Garut sangat luas wilayahnya dan hampir 15 tahun masuk daerah tertinggal dari kasus itu semua ada banyak persoalan, dimulai dari rumah tidak layak huni hingga penyebaran penyakit TBC, ada 70 ribu rumah masih tidak layak huni, buktinya dalam sisi penerangan masih ada bilik rumah bambu, tidak ada MCK (mandi,cuci,kakus-red) , tidak ada sinar matahari masuk ke rumah dan rumah sudah berusia lanjut sehingga banyak kuman bakteri yang dihisap setiap waktu oleh penghuni rumah itu"

"Tahun ini Rp300 miliar tapi mau kita naikkan jadi Rp400 miliar,  untuk pembangunan rumah tidak layak huni di Garut ada anggarannya sebesar Rp10 miliar," katanya. 

Baca juga : Nurdin Pasien TB Sembuh yang Dibedah Rumahnya

Sementara Ketua Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara (Yahintara) Ruli Oktavian mengatakan pihaknya sangat mendukung pembangunan bagi rutilahu pasien yang suspect virus TB.  Ruli menjelaskan hanya dengan 14 hari rutilahu di renovasi dengan pencahayaan yang cukup serta MCK yang memadai. 

"Kami bangun dengan 26 meter persegi satu rumah dengan mengabsorbsi sinar matahari dari depan belakang tengah semua kena sinar matahari. Kami bangun MCK juga dengan sanitasi yang baik, kita beri edukasi juga kepada satu keluarga agar selalu membuka pintu dan jendela untuk 20 menit saja agar sirkulasi udaranya jalan," tuturnya. 

Menurut data yang dilansir oleh jabarprov.go.id, penemuan kasus TB masih belum mencapai target dari estimasi penderita TB. Sekitar 8033 kasus per tahun. Penemuan kasus TB sejak 2015 hingga 2018 cenderung meningkat. Tahun 2015 (2.559 kasus),  2016 (2.727 kasus), 2017 (3.170 kasus), 2018 (3.079 kasus), sedangkan tahun 2019 dari estimasi penderita 5.845 orang yang telah ditemukan dan diobati sebanyak 3.662 orang.

Pemerintah Kabupaten Garut kini telah berupaya memutus mata rantai penyebaran TB, salah satunya pelibatan masyarakat melalui kemitraan dan pemberdayaan masyarakat seperti dengan Aisyiyah, LKNU, dan Yahintara (Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara) dan  pembentukkan Desa Siaga TB. 

Baca juga : Kenali Gejala TB dan Pencegahannya

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00