• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Mahasiswa Indonesia Asal Aceh, Terlambat Selesaikan Tesis Akibat Darurat Coronavirus

28 January
15:42 2020
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Wabah virus Corona yang melanda Tiongkok, menutup seluruh akses di wilayah itu, dan sejumlah kota seperti Wuhan Provinsi Hubei, lumpuh total. Kondisi ini juga terjadi di Kota Changchun, Provinsi Jilin, Cina, sebagaimana diceritakan oleh salah satu mahasiswi Indonesia asal Aceh bernama Syarifah Huswatun Miswar. 

Dalam sebuah video yang diunggahnya, Syarifah mengatakan, kondisi di Kota Changchun tidak separah seperti Kota Wuhan, namun akses transportasi di kota tersebut juga sudah tidak berfungsi dan warga diimbau juga mengurangi aktivitas di luar rumah.

Namun demikian, warga di Changchun, kata dia, masih bisa melakukan aktivitas di luar rumah seperti untuk membeli makanan dan kebutuhan lainya.

Syarifah menceritakan, dia sempat terjebak saat berkunjung ke tempat temannya beberapa waktu lalu, sehingga tidak bisa keluar dari wilayah tersebut akibat isolasi wilayah terpapar virus Corona.

“Saya sempat terjebak di asrama kawan, sehingga saya tidak bisa kembali ke asrama saya, karena tidak diperbolehkan keluar,” kata mahasiswi jurusan hubungan Internasional master itu.

Akibatnya, dia tidak bisa menyelesaikan tesis atau tugas kampus yang telah diberikan kepadanya.

“Akibatnya saya tidak bisa pulang ke asrama saya untuk mengambil laptop, di situ bahan tesis saya semua, sehingga tidak bisa menyelesaikannya akibat tidak diperbolehkan keluar,” ujarnya.

BACA JUGA: Mahasiswa Indonesia Asal Aceh Berhasil Keluar Kota Nanjing China

Dalam video tersebut, Syarifah juga meminta kepada professornya untuk memberikan perpanjangan waktu agar dia bisa menyelesaikan tesis dan meminta untuk dapat memahami kondisi yang terjadi di Changchun saat ini.

“Jadi saya mohon waktu diperpanjang penyelesaian tesis saya,” ujarnya. 

Syarifah juga meminta kepada keluarganya dan semua kerabat yang berada di Aceh agar tidak khawatir dan panik terhadap kondisi di Cina saat ini. Karena menurutnya, semua mahasiswa Aceh dan mahasiswa Indonesia masih dalam keadaan sehat dan tidak terpapar virus corona.

“Saya harap teman-teman, keluarga saya, guru, yang ada di Aceh tidak perlu khawatir karena pemerintah saat ini terus berusaha yang terbaik untuk mencegah penyebaran virus Corona,” ucapnya. 

Sementara itu, Pemerintah Aceh melaporkan ada 27 mahasiswa Indonesia asal Aceh yang tercatat kuliah di Cina. Sebanyak 12 orang di antaranya masih berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Sementara satu mahasiswa yang tinggal di Kota Nanjing, telah berhasil pulang dan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh, Selasa (28/1/2020).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00