• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Bupati Bener Meriah : Nonton Pacuan Kuda Jangan Masuk Arena Balapan, Berbahaya!

28 January
13:06 2020
0 Votes (0)

KBRN, Redelong : Pacuan kuda tradisional Gayo memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat Gayo, Aceh. Bahkan dari luar Aceh datang untuk menyaksikan race setiap kelas yang diperlombakan pada pesta rakyat tahunan tersebut.

Antusias penonton dari setiap sudut arena kadang tidak terbendung bahkan hingga masuk ke dalam lintasan pacu, dengan tujuan agar dapat melihat kuda berlari dari jarak yang sangat dekat.

Tidak ingin banyak korban akibat bertabrakan dengan kuda yang berlari kencang seperti tahun sebelumnya, Bupati Bener Meriah Sarkawi ingatkan panitia agar melarang keras para penonton supaya tidak masuk ke dalam lintasan pacu.

“Saya harapkan kepada panitia agar menjaga perlombaan dengan sebaik mungkin. Tidak ada lagi penonton yang masuk ke dalam lintasan karena tahun sebelumnya sering sekali terjadi musibah dan menimbulkan korban,” tegasnya, Selasa (28/1/2020).

Selain itu Bupati yang akrab disapa Abuya itu juga berharap para petugas juga mengawasi kegiatan-kegiatan yang dilarang seperti judi, khamar, khalwat dan lain sebagainya, dengan bekerjasama dengan pihak berwajib di lokasi.

Hal itu tambahnya, sebagai bentuk komitmen dalam upaya menjaga nama baik Kabupaten kopi itu sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) Pacuan Kuda 2024 mendatang.

Sebelumnya, Pembukaan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2020 dimeriahkan Pacuan Kuda Tradisional Gayo yang berlangsung di Lapangan Sengeda, Kabupaten Bener Meriah.

Kadis Pariwisata Bener Meriah Riswandika Putra mengatakan, antusias para pemilik kuda mengikuti event tradisional tersebut cukup tinggi, terbukti jumlah peserta utusan dari setiap Kabupaten melebihi jumlah kuda yang diundang.

BACA JUGA: Lupakan Coronavirus, Antusiasme Pacuan Tradisional Peserta Utusan Melebihi Jumlah Kuda

Ia menyebutkan, jumlah peserta didominasi oleh kuda yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 127 ekor menyusul Tuan Rumah Bener Meriah dengan mengikutsertakan 126 ekor kuda untuk seluruh kelas yang diperlombakan.

Kabupaten Gayo Lues menempati urutan ketiga dengan jumlah kuda yang akan berlaga sebanyak 65 ekor, Aceh Tenggara sembilan ekor serta Aceh Besar membawa dua ekor kuda.

“Walaupun penyelenggaraan event ini di awal tahun, tapi kami melihat antusiasme para peserta sangat luar biasa, ini terbukti dari jumlah kuda yang ikut melebihi dari jumlah kuda yang kami cantumkan dalam undangan,” jelas Riswandika, Senin (27/1/2020).

Sementara itu Ketua Pordasi Bener Meriah Zaidan berharap, perlombaan dapat berjalan lancar dan peserta dapat menjunjung tinggi sportifitas.

Terkait akan dijadikannya Kabupaten kopi itu sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, pihaknya mengaku siap jika olahraga tradisional itu dijadikan event nasional ke depannya.

“Tradisional pasti akan tetap kita jalankan, untuk event nasional juga akan siap kita jalankan,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00