• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menlu RI : Ketersediaan Makanan WNI di Wuhan Hanya Untuk 3-5 Hari Lagi

28 January
11:05 2020
1 Votes (3)

KBRN, Jakarta : Penguncian 15 kota karantina oleh otoritas Tiongkok di provinsi Hubei yang terjangkit virus Corona, menimbulkan kekhawatiran lain. Pasalnya, di kota Wuhan misalnya terdapat 243 warga negara Indonesia (WNI), yang didominasi mahasiswa.

Wuhan termasuk kota yang kena karantina, sehingga aktivitas masyarakat di sana terbatas, termasuk para WNI.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan, ketersediaan bahan makanan yang dimiliki para WNI di sana hanya tersedia untuk 3 - 5 hari kedepan.

"Dari komunikasi per tadi malam, saya memperoleh informasi bahwa ketersediaan makanan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari kisarannya antara 3 sampai 5 (hari kedepan)," ungkap Retno Marsudi ketika ditemui di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Untuk mengatasi hal tersebut, Retno memastikan sudah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Tiongkok di Beijing agar berkoordinasi dengan otoritas di sana, guna membuka akses bagi pengiriman logistik bahan makanan kepada para WNI di kota Wuhan.

"Oleh karena itu Dubes kita komunikasikan, bagaimana cara tepat agar pasokan logistik ini dapat masuk. Yang perlu teman-teman ketahui Wuhan statusnya adalah "lockdown",  sehingga kita tidak bisa membawa makanan masuk dan sebagainya. Tapi semua gerakan kita harus dikoordinasikan dengan otoritas Tiongkok, termasuk di dalam pengiriman pengiriman logistik," paparnya.

Ditambahkan Retno, dari hasil komunikasi dengan pihak Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), bahan makanan masih dapat dibeli di toko-toko kota Wuhan hanya saja harganya jauh lebih mahal dari hari biasa.

"Nah, kemarin masih ada beberapa toko yang buka menurut koordinator dari PPI, sehingga mereka bisa membeli dari toko-toko yang masih buka itu. Memang harganya menjadi lebih tinggi ya kan. Oleh karena itu, KBRI, pemerintah RI, membantu pengadaan logistik tersebut. Ada juga kekhawatiran pasokan masker yang baik menjadi sangat terbatas," jelas Retno lagi.

Sementara, terkait kebutuhan masker yang meningkat, Retno menyatakan telah bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan mengirim masker melalui maskapai Garuda untuk selanjutnya disalurkan melalui jasa pelayanan pengiriman yang mendapatkan ijin dari otoritas Tiongkok.

"Kita sudah bicara dengan BNPB dan mereka sanggup untuk mengirim segera masker melalui Garuda ke Beijing. Dan dari Beijing ada biro pengiriman yang mendapatkan ijin dari otoritas Tiongkok untuk masuk ke Wuhan dan KBRI per kemarin sudah menghubungi jasa pelayanan yang diperkenankan masuk ke Wuhan untuk membawa masker-masker yang diperlukan para WNI," terangnya.

Sementara, dari 243 WNI di Wuhan, sekitar 100 diantaranya merupakan mahasiswa. Sejak kota Wuhan diisolasi oleh pemerintah Tiongkok, para WNI tersebut tetap berada di rumah mereka masing-masing. (Foto:Dok.KemenluRI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00