• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Tingkat Kematian Corona Tak Lebih Buruk dari SARS dan MERS

28 January
09:54 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Tingkat kematian yang ditimbulkan oleh Novel Corona Virus tidak lebih buruk dari Virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), dan Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang dulu sempat mewabah di dunia.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, ProfAri Fahrial Syam mengakui bahwa virus yang berasal dari Wuhan, China itu memanglah sudah menular dari manusia ke manusia. Namun jika dilihat dari angka kematian yang ada, jumlahnya tak lebih dari 10 persen.

"Beda dengan MERS yang jumlahnya sampai 30 persen, kemudian yang SARS waktu itu sampai 40 persen, jadi artinya sebenarnya, kalau tingkat kematiannya tidak lebih buruk dari pada yang ada sebelumnya itu," jelasnya dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia, Selasa (28/1/2020).

Meski tingkat kematiannya tidak terlampau tinggi, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menekankan bahwa pemerintah Indonesia haruslah tetap waspada. Misalkan dengan melakukan kegiatan antisipasi pada pintu-pintu masuk dari negara-negara yang sudah ada suspect virus corona.

"Pemerintah harus melakukan screening yang cukup ketat di pintu-pintu masuk di Indonesia ini," katanya.

Masyarakat pun kata dia juga harus waspada. Misalkan jika bersin atau batuk harus menutup mulut. Kalau perlu, masyarakat yang merasa terkena influenza harus menggunakan masker.

"Masyarakat juga harus mengetahui bahwa memang ketika bersin atau batuk, semburan yang pertama itulah, jumlah virus itu yang cukup besar," tambahnya.

"Tapi sekali lagi penularannya tidak semudah itu, musti close contact, jadi mesti orang bersin, batuk," lanjutnya.

Perlu diketahui, hingga tanggal 26 Januari 2020, total jumlah pasien terinfeksi virus corona telah mencapai 2.762 orang. Sementara itu pasien terduga terinfeksi sebanyak 5.794 orang.

Hingga saat ini, dilaporkan pasien yang meninggal akibat virus corona telah mencapai 81 orang. (Foto : Antara/ Novrian Arbi)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00