• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

DPD Aceh Temui Kemenlu Soal 12 Mahasiswa Aceh Terisolasi di Wuhan

27 January
23:45 2020
0 Votes (0)

KBRN,  Lhokseumawe : Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma menemui Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI terkait penanganan 12 mahasiswa Aceh yang terisolasi karena virus corona di Wuhan, China.

Kedatangan Haji Uma bersama Staf disambut Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha bersama jajarannya pada Senin (27/1/2020) petang.

Anggota DPD RI, H Sudirman kepada RRI Lhokseumawe menyampaikan kedatangan dirinya menemui pihak Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI  sebagai upaya tindak lanjut hasil komunikasi Muhammad Daud staf ahlinya  dengan perwakilan 12 mahasiswa/i Aceh yang saat ini masih terisolasi di Wuhan dan dapat segera dievakuasi. 

"Meskipun di Wuhan sendiri saat ini di lock down oleh otoritas setempat guna menghindari penyebaran virus corona secara luas, setidaknya dapat mengetahui perkembangan kondisi dan langkah strategis kontijensi yang akan dilakukan pemerintah terhadap WNI disana, khususnya karena adanya 12 mahasiswa Aceh yang ikut terisolir di Wuhan dan berharap dapat dievakuasi dari sana," terang Haji Uma,  Senin (27/1/2020) malam. 

Menurutnya terkait dengan kemungkinan langkah evakuasi mahasiswa Aceh seperti yang menjadi harapan sebagian mahasiswa Aceh di Wuhan dan publik di Aceh, dirinya juga telah menyerahkan surat resmi kepada Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Judha Nugraha yang berisi permohonan upaya evakuasi terhadap mahasiswa Aceh di Wuhan.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemenlu RI, Judha Nugraha  menyebutkan bahwa seluruh WNI di Wuhan saat ini berada dalam kondisi aman dari paparan virus corona. Namun mereka ditekankan untuk tidak keluar rumah agar tidak sampai terpapar oleh virus corona.

"Untuk evakuasi hampir sangat tidak mungkin dilakukan saat ini karena seluruh penanganan mesti mengikuti standar WHO dan Wuhan saat ini di lock down oleh otoritas setempat dibawah penjagaan ketat aparat keamanan, sehingga evakuasi sangat tidak mungkin dilakukan saat ini," kata Yudha Nugraha  kepada Haji Uma.

Ditambahkan proses evakuasi harus sesuai standar yang ada, WNI harus menjalani karantina hampir satu bulan dan langkah itu terus disiapkan jika kondisi sudah memungkinkan nantinya. Langkah prioritas yang sedang dan akan dilakukan saat ini adalah upaya membantu ketersediaan logistik makanan baik bantuan dana maupun distribusi langsung karena naiknya harga bahan makanan saat ini.

"Selain itu juga dukungan peningkatan kondisi daya tahan tubuh dengan distribusi suplemen bagi WNI di Wuhan, karena menjaga daya tahan tubuh adalah hal penting untuk menjaga agar tidak rentan terhadap paparan virus corona itu,  sedangkan Pemerintah Indonesia saat ini sedang menyusun langkah kontijensi dengan melibatkan seluruh kementerian terkait. Ini sebagai upaya mempersiapkan berbagai kemungkinan langkah strategis yang akan dilakukan sembari menunggu perkembangan kondisi di Wuhan," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00