• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Menteri Edhy Prabowo Ingin Tingkatkan Produktivitas Budidaya Perikanan Sumsel

28 January
00:05 2020
0 Votes (0)

KBRN, Palembang : Menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo menilai Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih memiliki potensi besar pada sektor budidaya perikanan. Namun beberapa spesies ikan di Sumsel kini sudah sulit ditemukan. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah menjalin kerjasama dengan Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) mendorong pemerintah setempat agar dapat meneliti setidaknya terhadap 228 spesies hewan air yang ada di Provinsi ini.

“Hari ini kita meresemikan gedung SEAFDEC yang merupakan kerjasama dengan negara negara di Asia Tenggara. Indonesia mendapat bagian khusus perairan umum dan daratan. Seperti kita ketahui, Sumsel ini didominasi wilayah perairan rawa dan umum, kami harap SEAFDEC dapat meneliti spesies disini. Nanti kan ketauan mana yang mengalami kepunahan dan langkah langkahnya penanganannya seperti apa,” ungkap Edhy usai meresmikan gedung baru SEAFDEC dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) yang berlokasi di Jakabaring kota Palembang, Senin (27/1/2019).

Dukungan KKP lainnya bagi Sumsel diantaranya pembangunan pusat pelatihan budidaya ikan belida seluas 10 hektar di Kelurahan Keramasan kota Palembang.

Edhy sebagai putra asli daerah itu menginginkan Sumsel mempunyai pembenihan ikan yang kuat. Ia mencontohkan potensi udang satang, bila digarap serius bisa menjadi sumber devisa yang besar. Pembudidayaan udang satang menurutnya, tidak memakan waktu lama, cukup 6-9 bulan sudah bisa panen. Penangkapan udang satang yang benar juga harus diperhatikan dan dikembalikan agar tidak mengurangi populasinya. 

“Kalau anda liat sejarah, udang satang, dulu di Sumsel ini paling besar dan banyak,cuma eksploitasinya terlalu berlebihan, sehingga menangkapnya itu, saat dia akan bertelur ke laut. Udang satang kan dari rawa kan ke laut, kemudian bertelur dan beranak kembali lagi ke rawa, nah pada saat dia menuju ke laut itu kita tangkap. Kita berharap ini bisa kembalikan lagi. Banyak strategi yang akan kita lakukan,” tambahnya.

Edhy mengatakan, dari seluruh potensi sektor perikanan baik darat maupun laut yang dimiliki indonesia, baru 10 persen yang termanfaatkan. Ia optimis bila sektor perikanan digarap serius maka akan sangat bermanfaat bagi Indonesia dan setiap daerah, mulai dari pemenuhan konsumi ikan, pendapatan yang diterima daerah hingga bisa membuka lapangan pekerjaan.

“Kalau anda tahu bagaimana perekonomian dari pertanian perkebunan kita belum bagus, belum optimal, nah disini kita mencukupinya, dan saya yakin memproduksi satu hektar ikan banyak hasilnya daripada panganan. Bedanya ikan dan pertanian kan kalau pertanian  itu diolah baru punya nilai tambah, kalau ikan semakin fresh ya semakin mahal,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan upaya peningkatan sektor perikanan umum oleh KKP di Sumsel sudah tepat. Ia berharap melalui balai riset KKP itu akan membantu masyarakat dalam menentukan bibit budidaya ikan yang benar.

“Tanpa penelitian yang benar itu sulit kita untuk mendistrubsuikan bibit yang tepat ke masyarakat. Cocok kah airnya, cocok kah alamnya itu berdasarkan Rekomendasi dari balai riset karena tuntutan akan protein kita sudah sangat tinggi,” katanya.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00