• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Mahasiswa Turun ke Dusun, Sosialisasi Pupuk Organik Berbahan Limbah Ternak

27 January
10:33 2020
2 Votes (3)

KBRN, Malang : Penggunaan pupuk organik dari limbah pertanian dan kotoran hewan makin digaungkan di lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui sosialisasi yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa. 

Kali ini, giliran mahasiswa yang tergabung dalam KKN 08 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan sosialiasi penggunaan pupuk organik untuk kelompok Tani Karangsari, Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. 

Fawwaz Akbar, ketua pelaksana kegiatan pelatihan mengungkapkan, upaya sosialisasi dan pelatihan ini digelar lantaran mayoritas masyarakat dusun tersebut bekerja di bidang pertanian dan peternakan. 

"Di sisi lain, harga pupuk kimia yang makin mahal, membuat warga desa harus menggunakan alternatif lain. Nah, pupuk organik menjadi salah satu opsi untuk mengurangi biaya produksi pertanian," kata Fawwaz, Senin (27/01/2020).

Selain mengurangi biaya produksi para petani, sambungnya, penggunaan pupuk organik juga dinilai dapat mengurangi kerusakan struktur tanah yang diakibatkan penggunan pupuk kimia secara berlebih.

"Untuk itu, kami berupaya untuk memberdayakan kelompok tani dusun ini agar lebih optimal memanfaatkan limbah pertanian dan limbah ternak untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia," ujar mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM ini.

Ia berharap, setelah diadakannya pelatihan ini, masyarakat Dusun Baran bisa lebih kreatif dan inovatif  dalam mengelolah limbah pertnian danpeternakan menjadi bahan penunjang produktivitas pertanian. 

"Sehingga nantinya bisa berdampak baik bagi perkembangan ekonomi masyarakat Dusun Baran,” imbuhnya. 

Menanggapi pelatihan dan upaya sosialisasi ini, Jaman, ketua RW setempat menilai, warganya sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Pasalnya, sosialisasi pembuatan dan penggunaan pupuk organik baru pertama kali dilakukan di Dusun Baran.

"Selain itu, pelatihan ini juga memberikan ilmu baru pada masyarakat terutama para petani. Sehingga limbah yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik, baik limbah pertanian, limbah ternak maupun limbah rumah tangga," ungkap Jaman.

Secara terpisah, Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Muhammad Jufrisaat menilai, jika pelatihan tersebut penting dilakukan. Karena, sejumlah manfaat dapat manfaat dirasakan petani. Di antaranya, meningkatnya produktivitas lahan pertanian, serta efisiensi biaya produksi.

"Dengan meningkatnya kadar kandungan bahan organik dan unsur hara yang ada dalam tanah, dengan sendirinya akan memperbaiki sifat kimia dan biologi dari tanah atau lahan pertanian. Otomatis dapat meningkatkan produktivitas," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00