• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Indonesia Buka Peluang Investasi Industri Daur Ulang Ponsel

26 January
18:48 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Usai menghadiri pertemuan World Economic Forum 2020, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membawa ‘oleh-oleh’ aneka potensi investasi asing di Indonesia. Diantaranya minat perusahaan Grab untuk berinvestasi di industri daur ulang ponsel usang. Menperin berharap investasi itu nantinya, akan mendukung kebutuhan ponsel sebagai bagian dari pengembangan industry 4.0 berbasis digital.

“Saya juga sudah berbicara dengan pihak Grab. Mereka ada niat melakukan investasi remanufacturing dari mobile phone yang sudah relatif tua atau sudah rusak, yang nantinya menjadi mobile phone baru,” kata Memperin Agus, sesampainya di tanah air, Minggu (26/1/ 2020).

Menurutnya, industri ponsel di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah yang terus memacu pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, industri Handphone, Komputer dan Tablet (HKT) merupakan salah satu sektor strategis yang dalam perkembangannya menunjukkan tren meningkat dan berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. Data pada 2018 menunjukkan, industri HKT dalam negeri mampu memproduksi sebanyak 74,7 juta unit, meningkat 23% dari tahun 2017 yang memproduksi sekitar 60,5 juta unit.

“Sementara itu, dari sisi neraca perdagangan, produk HKT menunjukkan tren yang positif, dengan catatan ekspor di periode Januari-Agustus 2019 sebesar 333,8 juta dollar, lebih tinggi daripada impor pada periode yang sama senilai 145,4 juta dollar,” jelas Menperin.

Seiring berkembangangnya sektor tersebut, Agus menegaskan, pemerintah bertekad untuk memberikan perlindungan bagi industri HKT di dalam negeri, termasuk kepada para penggunanya. Ini juga sejalan dengan upaya menekan masuknya ponsel ilegal ke Indonesia yang berpotensi menimbulkan kerugian negara

“Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan kebijakan tentang International Mobile Equipment Identity (IMEI), yang akan membuat industri dan pasar kita terlindungi dari barang black market. Selain itu, pelanggan akan terjamin dengan produk yang berkualitas,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00