• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ini Cara Masyarakat Muslim Tionghoa Merayakan Imlek

24 January
15:17 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Imlek, atau perayaan tahun baru China ini, tidak hanya disambut gembira oleh masyarakat Konghucu saja, tetapi juga masyarakat muslim yanga ada di Surabaya. Tradisi yang masih mereka lakukan, adalah berbagi rejeki melalui Angpao.

Masyarakat Tionghoa, masih memegang tradisi perayaan Imlek ini, meskipun masing masing berbeda agama, baik Konghucu, Nasrani, bahkan Muslim. Mereka merayakannya sebagai bentuk merawat kebudayaan yang mengakar dari leluhur.

Seperti yang dilakukan oleh Kiki, warga Tionghoa asal Surabaya ini tetap merayakan Imlek, meskipun dirinya seorang Muslim. Bahkan perempuan berhijab ini, juga turut mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut Imlek.

"Kalau ndek keluargaku ada (kalau di keluarga saya ada, yang merayakan imlek, red). Semua campur campur, ada yang Katolik, Protestan, kebetulan orang tua saya yang Muslim," ujarnya, Jumat (24/1/2020).

Menurut Kiki, perayaan Imlek hanya sebagai perayaan tahun baru bagi masyarakat Tionghoa, yang tidak memandang status agama seseorang. Sehingga tetap dilakukannya dengan keluarga, khususnya bersama keluarga tertua.

"Tapi untuk saudara saudara yang merayakan, ya tetap. Karena mereka masih saudara tertua dari keluarga aku," tambahnya.

Tradisi yang masih dilakukan oleh masyarakat Tionghoa di Surabaya adalah tradisi berbagi rejeki, yang biasa disebut dengan Angpao. Dimana amplop merah yang diisi dengan uang, dan diberikan kepada anggota keluarga yang belum bekerja dan belum menikah.

"Masih (berbagi Angpao, red). Karena basicly kita gak bawa agama sih kalau dikeluarga saya," katanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00