• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pasca Tsunami di Banten, Nilai Investasi Anjlok

24 January
12:55 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pandeglang : Jumlah investasi di Pandeglang sepanjang tahun 2019, menurun jika dibanding tahun 2018 silam. Tahun lalu, total nilai investasi yang masuk ke Pandeglang hanya Rp618 miliar.

Padahal sebelum adanya tsunami Selat Sunda dipenghujung tahun 2018 lalu, capaian nilai investasi ke Pandeglang menyentuh diangka Rp826 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ida Novaida menjabarkan, imbas dari tsunami itu juga berpengaruh terhadap menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perizinan, yang cuma terealiasi sebesar Rp1,55 miliar, atau kurang 1,5 persen dari target yang ditetapkan.

"Kalau tahun 2018, PAD yang kami dapat Rp1,57 miliar dan nilai investasi mencapai Rp826 miliar," sebut Ida usai kegiatan Coffee Morning bersama awak media, disalah satu kafe di Pandeglang, Jumat (24/1/2020).

Adapun tahun 2020 ini, DMPTSP menaikkan target nilai investasi menjadi Rp650 miliar. Ida menjelaskan, peningkatan target itu seiring disetujuinya revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Dalam waktu dekat, revisi Perda itu akan disahkan bersama legislatif.

"RTRW ini sangat ditunggu oleh investor, karena memang ada investor yang mau masuk ke Pandeglang, terkendala oleh RTRW," ujarnya.

Ida meyakini, dengan dibukanya keran investasi melalui perubahan RTRW, dapat meningkatkan kucuran modal usaha di Pandeglang. Berbagai jenis investasi pun akan lebih mudah masuk. Apalagi selama ini, investasi besar di Pandeglang hanya berkisar diangka Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

"Investasi di kita memang masih sekitar di atas Rp500 juta, tapi belum mencapai triliunan. Maksimal Rp1 miliar. Tapi tentunya ini (Perda RTRW) akan berimbas kepada nilai investasi. Mereka akan datang dan menanamkan modal. Bukan investasi saja, tapi berimbas juga kepada perekonomian lain disekitar," jelasnya.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang ini menyebut, dalam beberapa tahun ke belakang, jenis investasi yang paling mendominasi di Pandeglang dari sektor perumahan atau properti. Jenis investasi ini sedang digandrungi oleh pelaku usaha di Pandeglang, berkaitan dengan ketersediaan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Sekarang ini yang banyak disektor perumahan atau properti. Jenis itu sedang tren dan digandrungi pelaku bisnis di Pandeglang. Selain itu jasa juga ada," sebutnya.

Ida memprediksi, tren itu masih akan terjadi ditahun ini. Akan tetapi dengan adanya RTRW yang baru, jenis investasi yang masuk akan lebih beragam dengan nilai yang juga lebih besar. 

"Tahun ini dieprkirakan trennya masih sama. Tapi dengan dibukanya keran investasi lewat revisi RTRW, itu akan berdampak pada jenis industri lain," pungkas Ida.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00