• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Jaringan Pemalsu Dokumen Dibongkar Polrestabes Surabaya

23 January
16:30 2020
1 Votes (2)

KBRN, Surabaya : Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar praktik peredaran dokumen palsu. 

Tiga orang berserta barang bukti berhasil diamankan. Tidak hanya KTP maupun SIM yang dipalsukan, namun juga ada STNK, Kartu Keluarga (KK) hingga kartu cerai.

Tersangka itu yakni M Ma'ruf (39) warga Sukodono Sidoarjo, Alikhun (70) warga Banjarpoh Sidoarjo dan Ache Angkasa (36) warga Kesamben Jombang. Klompotan sindikat ini berhasil dibekuk berdasarkan informasi warga.

"Kita dapat informasi dari masyarakat dan rekan dari Lalu Lintas, lalu kita lakukan penyelidikan ketemulah tiga tersangka ini. Untuk tugas masing-masing Ma'ruf yang membuat, untuk pasien-pasiennya dari Ache dan Alikhun," ungkap Kanit Resmob, Iptu Arief Rizky Wicaksana dalam gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (23/1/2020).

Ia menambahkan dalam penyelidikan yang dilakukan juga didapat Flasdish yang didalamnya terdapat file berisi format surat-surat palsu.

Dari hasil interogasi, sindikat tersebut beraksi secara offline atau dari mulut ke mulut.
Dalam satu dokumen SIM jadi, tersangka Ma'ruf mematok harga Rp 400.000, lalu oleh Ali dinaikkan harganya menjadi Rp 600.000 dan selanjutnya oleh Acheng dibandrol Rp 800.000 ke pemesannya.

"Mereka para perantara ini saling mengambil untung 200 ribu. Awalnya mereka tidak bilang SIM tersebut palsu, namun langsung dilaminating untuk menyamarkan keaslian SIM tersebut," kata Arief.

Ia melanjutkan tersangka memanfaatkan surat-surat lama yang sudah mati kemudian diperbarui dengan memanfaatkan printer.

"Sudah berjalan satu tahun mereka. Bahan dasarnya daei surat lama, pasiennya yang minta. Ini palsu. Untuk perbedaan hasil jelaskan dibutuhkan uji lab kan, tapi kalau dilihat kasat mata tetap ada perbedaannya," paparnya.

Sementara itu, salah satu tersangka Ma'ruf mengaku hanya membuat dokumen sesuai dengan permintaan Alikhun.

"Ya saya tergantung pesanan. Kalau SIM 400 ribu, kalau seperti KTP itu 300 ribu. Sebulan tidak mesti dapat satu. Tapi kadang satu minggu gitu dapat dua. Jadi tidak tentu, uangnya buat makan," aku Ma'ruf.

Ketiga terdangka dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen negara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00