• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

DPR : Dalam Dua Tahun, Jiwasraya Rugi Rp20 Triliun

23 January
11:08 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mengatakan, Laporan Keuangan dari PT Asuransi Jiwasraya bermasalah. Sebab hanya dalam waktu dua tahun saja, perusahaan plat merah itu mengalami kerugian hingga Rp20 triliun.

Kata dia, berdasarkan hasil pendalaman Komisi VI DPR RI atas Laporan Keuangan tahun 2017, PT Asuransi Jiwasraya membukukan membukukan keuntungan senilai Rp 0,43 triliun. Keuntungan itu setelah dipotong pajak.

"Yang mengherankan, Desember 2018 tiba-tiba jatuh ke minus 282 persen, dan kemudian semakin dalam pada laporan keuangan yang belum diaudit pada 31 September 2019," ungkapnya dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia, Kamis (23/1/2020).

Parahnya, lanjut dia, kerugian Jiwasraya terus saja berlanjut. Ujung-ujungnya, kerugian pun mencapai Rp 20 triliun pada tahun 2019 lalu.

"Pada laporan keuangan 2017, dibandingkan dengan hasil keuangan 2019, lose nya itu Rp 20 triliun. Hanya dalam 2 tahun lose nya 2 triliun. Bahkan pada saat yang sama liabilitas (utang)-nya naik, asetnya turun," sesalnya.

Nah, jika dilihat dari Laporan Keuangan Jiwasraya yang mereka terima, kerugian sebesar Rp 20 triliun itu justru kebanyakan dari transaksi keuangan. 

"Bukan yang sifatnya aset tetap, tanah dan bangunan, tapi ini memang yang terkait dengan deposito, saham, reksadana, kemudian ada obligasi lain. Sehingga ini yang semestinya di dalami," tekannya.

PT Asuransi Jiwasraya gagal membayar polis kepada nasabah terkait investasi saving plan sebesar Rp 13,7 triliun.

Sebelumnya, pada Selasa (14/1/2020) lalu, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara sebanyak Rp 13,7 triliun itu. 

Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim serta pensiunan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan. Kelimanya langsung ditahan.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 2 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Foto : Antara/ Galih Pradipta)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00