• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Jokowi Bela Prabowo Karena Dikritik PKS Banyak Jalan ke Luar Negeri

23 January
10:53 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak segan memuji, memberhentikan, maupun membela kinerja menterinya. Kali ini  Jokowi membela kinerja Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang dikritik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akibat banyak melakukan kunjungan luar negeri di awal tugasnya saat ini.

Presiden Jokowi menegaskan, kunjungan kerja yang dilakukan Prabowo adalah dalam rangka diplomasi pertahanan. Sehingga menurut Kepala Negara, kalau ada yang mempertanyakan perjalanan Menhan ke sebuah atau sejumlah negara, jawabannya mudah, bahwa itu dalam rangka diplomasi pertahanan, bukanlah untuk tujuan lain.

Selain diplomasi, Kepala Negara juga menyebutkan, kunjungan Prabowo ke berbagai negara itu juga untuk melihat alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang akan dibeli Indonesia. 

"Bagus atau tidak bagus (alutsista yang diincar akan dibeli). Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semua diperiksa secara detil. Dan itu sudah kami diskusikan dengan Pak Menhan, tidak sekali dua kali. Banyak yang enggak tahu," ucap Kepala Negara pada Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan 2020, Kamis (23/1/2020) pagi.

BACA JUGA: Presiden Percaya Menhan Gunakan Anggaran Tepat Guna

Bahkan, Jokowi dengan tegas balik mengkritik pihak-pihak yang melayangkan kritikan pedas buat Prabowo yang hingga saat ini, tercatat sudah mengunjungi sebanyak 7 (tujuh) negara.

"Kalau ada yang bertanya (artinya) belum ngerti urusan diplomasi pertahanan," tegas Jokowi.

Seperti diketahui, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan mengenai pesan Presiden Joko Widodo yang sempat menyatakan bahwa kunjungan atau studi ke luar negeri juga bisa dilakukan melalui ponsel. 

Menurut Mardani, pada 16 Agustus 2019 lalu, Presiden Jokowi pernah mengingatkan agar pasra menteri kabinet meminimalkan kunjungan ke luar negeri. Bahkan secara demonstratif, kata Mardani, Jokowi sampai menunjukkan via HP bahwa kunjungan luar negeri bisa melalui HP (ponsel) sebagai bukti bahwa dunia itu sudah terkoneksi melalui handphone. 

Selain itu, kata dia, kunjungan kerja ke luar negeri mesti memiliki tujuan yang jelas. Mardani berharap ada timbal balik yang setimpal dari kunjungan kerja Prabowo ke tujuh negara itu. 

"Kunjungan ke luar negeri monggo dilakukan, tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik. Dan semua perlu disampaikan kepada publik secara transparan," ujar Mardani kepada wartawan, Jumat (17/1/2020) lalu.

Sebelum ini, Prabowo sebenarnya sudah memberi penjelasan bahwa kunjungannya ke luar negeri itu demi kepentingan negara, utamanya dalam hal alutsista. 

"Memang kita butuh untuk keliling, menjajaki kemungkinan-kemungkinan. Kita harus pelajari alutsista yang ada," ujar Prabowo di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). 

Baginya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan perlu menjajaki peluang agar negara-negara lain mau menjual alutsista mereka kepada Indonesia. 

"Kita juga harus minta dukungan dari negara-negara lain karena belum tentu alutsista itu diberi kepada kita untuk dibeli," tutup Prabowo. (Foto: Ant/Wahyu Putro A)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00