• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Beri Arahan Pengurus Rohis, Ganjar Minta Intimidasi dan Bullying Tak Terulang

22 January
18:11 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sragen : Pengurus Rohis SMA/SMK se Kabupaten Sragen menerima pengarahan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di SMAN 3 Sragen, Rabu (22/1/2020). 

Kegiatan ini buntut dari bullying dan intimidasi terhadap salah seorang siswi SMAN 1 Gemolong Sragen Z yang diduga dilakukan pengurus Rohis sekolah setempat karena karena perkara hijab. Bahkan kasus Rohis juga pernah mencuat di SMKN 2 Sragen, dimana mereka mengibarkan bendera tauhid lambang organisasi terlarang di Indonesia HTI. 

Dalam acara bertajuk pengarahan dan audiensi bersama Gubernur, Ganjar Pranowo menekankan tidak akan membekukan terlebih membubarkan ektrakurikuler bidang keagamaan di sekolah. Ganjar menyebut Rohis yang melenceng dari tujuan awal harus segera diluruskan. 

"Kedatangan kami ke Sragen ini untuk menyampaikan kepada murid, guru dan komunikasi dengan wali murid. Bahwa ada cara dan materi yang salah dibenarkan untuk kemudian dievaluasi sehingga tidak melenceng," terang Ganjar Pranowo.

Ganjar meminta apabila ada kasus serupa guru lekas bertindak dan bullying terhadap pelajar tidak terjadi. Ganjar berharap kasus intimidasi terhadap salah satu siswi gegara tidak berhijab tidak terulang di Jawa Tengah.

"Diedukasi dengan cara yang benar, metodenya dibenarkan kalau ada ajaran yang tidak sesuai dengan bagsa dan negara ya kita luruskan dan saya akan meluruskan gurunya. 

Gubernur Ganjar Pranowo memastikan masalah Rohis merupakan moralitas yang perlu mendapat perhatian lebih. Seharusnya di Sekolah yang merupakan tempat pendidikan formal tidak ada intimidasi, dan anak-anak mendapatkan hak belajar dengan baik. 

"Penyelesaian kita menghormati orang tuanya untuk mana yang paling nyaman jangan terulang maka saya pesan kepada semua bapak ibu jangan terulang," pinta Ganjar.

Ganjar mengatakan, jika para guru dan kepala sekolah tidak dapat memberikan pembinaan Rohis dengan baik, dirinya yang akan langsung turun tangan. Serta siap memberikan sanksi sesuai denga tingkat kesalahan pengelola sekolah. 

Sementara itu siswi Korban intimidasi hijab Z akhirnya memilih pindah dari SMAN 1 Gemolong Sragen, karena sudah tidak nyaman belajar. Orang tua korban memilih menyekolahkan putrinya di sekolah swasta di Kota Solo.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00