• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

9000 Penyanyi Rohani Akan Meriahkan Pesparani II di Kupang

22 January
16:11 2020
2 Votes (2.5)

KBRN, Jakarta :  Untuk kedua kalinya Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik, akan diselenggarakan ditingkat nasional. Tahun ini penyelenggaraannya akan dipusatkan di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 28 Oktober mendatang.

Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), Adrianus Meliala, mengatakan setidaknya akan ada 9000 penyanyi rohani katolik, yang akan memeriahkan penyelenggaraan Pesparani ke – 2 dari seluruh Indonesia dan hal itupun telah disampaikan kepada Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin. “Kami melaporkan mengenai persiapan yang dilakukan, pembenahan stadion, pembenahan asrama, kerja sama dengan hotel-hotel. Akan ada 9000 penyanyi dari 34 provinsi,” ujar Adrianus ketika ditemui di kantor Wapres, Rabu (22/1/2020), di Jakarta.

Adrianus mengungkapkan Wapres menyetujui untuk adanya bantuan penambahan penambahan anggaran Pesparani ke – 2, sebab even akbar tersebut dinilai selaras dengan narasi kerukunan di tanah air. “Kami masih memiliki keterbatasan anggaran, sebetulnya ada mata anggaran di APBN tapi terlalu kecil. Kami mohon ke Wapres dalam pendanaan, dan Wapres menyetujui. Wapres bilang ini hal yang bai,k karena mendukung selaras dengan narasi kerukunan. Bahkan beliau menyinggung kerukunan harus dikembangkan oleh kita semua,” imbuhnya.

Adrianus menyatakan, penyelenggaraan Pesparani yang bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, turut melambangkan semangat kebangsaan yang universal. “Karena, kita mau ambil momentum kebangsaan. Bukan semata-mata kegiatan agama. Ini adalah kegiatan berbangsa, bagaimana kita mencari relevansi agama dalam konteks berbangsa. Pesparani ke – 3 akan memakai narasi yang sama, yakni narasi kebangsaan,” jelas Adrianus lagi.

Selain, menurut Adrianus, Pesparani juga melambangkan kehidupan beragama di Indonesia yang plural dan harmonis, seperti ditunjukkan dengan keterlibatan organisasi lintas agama dalam kepanitiaan. “Kepanitiaan saja sudah disimpulkan, yang menjadi ketua panitia nasionalnya adalah Ketua NU (NTT). Berkaca di Ambon, yang akan menjadi panitia dan capek sekali adalah teman-teman lintas agama. Apalagi Kupang sebagai Vatikan-nya Indonesia akan mencerminkan itu,” terangnya.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jamaludin Ahmad, menyatakan, keterlibatan pemuda lintas agama dalam kepanitiaan Pesparani merupakan suatu bentuk konkret dari penguatan hubungan sesama anak bangsa. “Perspektifnya jelas bahwa ini adalah dalam rangka penguatan pijakan moral bangsa. Bagaimana memperkuat ukhuwah Wathoniyah sebangsa dan setanah air. Penguatan ukhuwah Basyariah persaudaraan sesama makhluk ciptaan Allah,” ungkap Jamaludin Ahmad.

Jamaludin Ahmad menambahkan, selama kegiatan berlangsung juga akan melibatkan pemuda NU dan Muhammadiyah, untuk menjaga keamanan di lokasi acara. “Akan terlibat berbagai elemen Islam, termasuk Banser NU akan kita libatkan. Termasuk komponen pemuda gereja, Banser NU semuanya Muhammadiyah akan kita libatkan dalam kepanitiaan menjaga keamanan,” tutupnya.

Sementara, Pesparani ke – 1 di kota Ambon pada 2018 lalu dihadiri oleh 5.500 orang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00