• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Risiko Global Mereda, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terkendali

22 January
14:35 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Jelang akhir tahun kemarin,  sektor keuangan Indonesia diguncang oleh skandal yang terjadi di sejumlah perusahaan asuransi, antara lain jiwasraya, disusul kemudian ASABRI, yang kasusnya masih dalam penanganan hingga saat ini .

Kasus-kasus tersebut seperti sebuah ironi, di tengah upaya keras mempertahankan stabilitas perekonomian di dalam negeri, di tengah bayang-bayang ketidakpastian global. Namun Komite
Stabilitas Sistem Keuangan KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan menilai  kondisi stabilitas sistem keuangan sepanjang triwulan keempat  tahun 2019 tetap terkendali.

“Hasil rapat KSSK berkala menyimpulkan, stabilitas sistem keuangan terkendali, di tengah ketidakpastian perekonomian global yang mengalami penurunan, serta sorotan masyarakat terhadap permasalahan pada beberapa lembaga jasa keuangan di tanah air,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Keuangan, Rabu (22/1/2020).

Dari sisi ekternal, perkembangan positif perundingan perdagangan antara AS – Cina ikut memberikan kotribusi stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Namun sejumlah risiko yang dapat mempengaruhi sistem keuangan global antara lain kelanjutan proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan beberapa risiko geopolitik lainnya, menurut Menkeu, masih harus menjadi perhatian.

Sejalan dengan meredanya ketidakpastian di pasar keuangan global, aliran masuk modal asing ke negara berkembang termasuk ke Indonesia, terus berlanjut. Aliran masuk modal asing ke Indonesia, menopang neraca pembayaran yang pada tahun 2019 diprakirakan akan mengalami surplus dan defisit transaksi berjalan yang mengalami penurunan.

“Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia tetap memiliki daya tahan yang antara lain ditandai dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga, serta investasi khususunya di sektor bangunan. Ekspor juga mulai meningkat, meskipun kinerja investasi nonbangunan, masih memerlukan perhatian,” jelas Menkeu.

Aliran masuk modal asing ke Indonesia, lanjut Sri Mulyani, juga mendorong penguatan nilai tukar rupiah, disamping mekanisme pasar yang bekerja dengan baik serta meningkatnya kepercayaan investor pada perekonomian Indonesia.

Menyinggung persoalan yang terjadi di beberapa lembag jasa keuangan, Menkeu mengatakan,”Langkah-langkah penanganan secara terkordinasi dan komprehensif terus dan sedang dilakukan.” ()

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00