• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kilas Bola

Liverpool Hantam MU 2-0 dan Detak Jantung Solskjaer

20 January
03:40 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Bagi penggemar Manchester United (MU), Senin dini hari, 20 Januari 2020, menjadi hari pembunuhan. Betapa tidak? Harapan bahwa Ole Gunnar Solskjaer dapat memberikan jawaban atas janji-janji kesuksesan yang dihembuskan sejak awal mengambil alih 'pemerintahan' dari tangan the special one Jose Mourinho, seharusnya pertemuan melawan Liverpol hari ini menjadi momentum, bukannya malah terkubur hidup-hidup. Dengan kekalahan ini, romansa kedigjayaan Solskjaer di masa silam sebagai pahlawan Setan Merah sepertinya berada di ujung tanduk.

Hari ini, MU harus mengakui keunggulan Liverpool yang begitu menonjol sepanjang babak pertama, bahkan hingga separuh babak kedua. Sepak bola menyerang yang intens membedah setiap sisi sayap berhasil meninggalkan bekas sayatan yang membuat MU kesulitan bernafas di Anfield, Senin (20/1/2020).

Harapan kemenangan sempat menyeruak di awal babak pertama bagi Manchester United. Bahkan Setan Merah langsung menunjukkan tanduknya dengan meredam Si Merah bermain hanya sepertiga lapangan. Bola-bola The Kop berhasil dikandaskan barisan  lapangan tengah MU yang tampil trengginas di awal. Namun....

Ternyata Liverpool melihat aksi congkak anak-anak Old Trafford sebagai sesuatu yang harus disikapi dengan sabar. Mereka tak mau meladeni agresifitas para pemain MU melainkan terus melakukan blocking terhadap aliran serangan yang coba dibuat bergelombang tinggi mencapai tsunami oleh anak-anak asuhan Solskjaer. Dan Liverpool berhasil!

Umpan-umpan lambung diagonal dan horizontal dari sayap-sayap kuat Anfield Gangs berhasil membuka celah di jantung pertahanan MU yang digalang Maguire dan Luke Shaw. Sampai akhirnya Liverpool mendapat hadiah sepak pojok yang langsung diambil bek sayap muda masa depan Inggris, Trent Alexander-Arnold. Bola melambung, melengkung deras ke muka gawang David De Gea, dan disambar bek tengah jangkung Virgil van Dijk! 1-0 untuk Liverpool menit 14.

Seperti dilansir The Guardian, MU sempat berusaha bangkit melalui terobosan-terobosan menakutkan dari striker Anthony Martial, tapi perjuangan itu sepertinya sia-sia, karena barisan pasukan anak-anak Manchester Merah ini nampaknya sudah kehilangan parameter. Sehingga perlahan setiap sisi lapangan mulai terdikte permainan Liverpool yang merangsek perlahan layaknya seekor ular python merayapi mangsa yang siap dililit hingga kehabisan nafas.

Lonceng bahaya sempat berbunyi di jantung Solskjaer sebanyak dua kali. Pertama, saat striker Roberto Firmino merobek gawang De Gea pada menit 25, tapi dianulir wasit karena van Dijk terlebih dahulu 'mengerjai' De Gea hingga kehilangan konsentrasi dalam membaca gerakan Firmino. Solskjaer hanya terdiam, diraba jantungnya, ternyata masih ada. Lonceng kedua pun berbunyi 10 menit setelah insiden Firmino. Kali ini Alex Oxlade-Chamberlain, mantan 'pangeran Arsenal' yang berhasil mengirim umpan akurat dan berhasil dikonversi menjadi gol oleh gelandang cerdas, Georginio Wijnaldum. 

Tapi wasit menganulirnya kembali karena Wijnaldum terperangkap offside. Nah, Solskjaer pun meraba kembali jantungnya, ternyata masih ada! Cuma halusinasi bunyi bel tanda bahaya itu, begitu pikirnya. Belum habis penderitaan Solskjaer, Sadio Mane menutup babak pertama dan hampir membuat Anfield meledak, namun De Gea mampu terbang dengan blocking sempurna. Selamat lagi jantung Solskjaer, tapi ia mulai khawatir, apa yang akan terjadi setelah melihat tiga tanda bahaya itu?

Babak kedua...Inisiatif coba diambil Manchester United, untuk meladeni permainan terbuka yang diperagakan Liverpool. Sadio Mane, Mohamed Salah, Giorginio Wijnaldum, Roberto Firmino, bahu membahu membangun serangan dengan satu tujuan, yakni menaklukkan anak Spanyol, David De Gea di bawah mistar MU. Jawaban Setan Merah sudah tentu permainan menyerang juga, karena mereka defisit satu gol. 

Gelandang Nemanja Matic coba lebih ke depan untuk memberikan dukungan penuh bagi penyerang Daniel James maupun Anthony Martial. Matic didukung Andreas Pereira dan Brandon Williams, terus mengalirkan bola-bola 'ajaib' bagi Martial maupun James, dimana keduanya terus saja mengincar Alisson Becker yang tampil begitu tangguh di bawah mistar The Reds. Ini terus berlangsung hingga menit 80. Selanjutnya, permainan terbuka terus berjalan dengan skor masih 1-0 untuk keunggulan Liverpool atas Manchester United.

Dan akhirnya jantung Solskjaer benar-benar copot di penghujung babak kedua. Gelombang serangan MU membuahkan sepak pojok. Bola melambung dan akhirnya rebound, tapi Becker berhasil merebut bola, dan matanya tertuju kepada Mohamed Salah yang berdiri bebas sambil berteriak meminta bola yang ada di tangannya. Becker mengirim permintaan Salah, bola melambung...jatuh di kaki pemain Mesir tersebut. Mendapatkan apa yang diinginkannya dengan sempurna, Salah langsung berlari cepat ke depan. Dia pun berhasil masuk ke jantung pertahanan MU yang bernama kotak penalti!

Daniel James datang mengganggunya, tapi Salah tetap mampu menguasai bola, dan akhirnya...De Gea pun terduduk lesu. 2-0 untuk Liverpool. Solskjaer pun menatap sesak ke arah lapangan diiringi teriakan histerik pendukung fanatik The Reds yang terus meneriakkan 'Juara Liverpool'...'Juara Liverpool'....Gol Mohamed Salah dicetak tepat menit 93 babak kedua. Tidak ada obat atau keajaiban untuk suasana seperti itu karena sampai akhir perpanjangan waktu babak kedua, kedudukan tetap 2-0 untuk kemenangan tuan rumah Liverpool atas tamunya, Manchester United.

Susunan Pemain :

Liverpool (4-3-3): Alisson; Trent Alexander-Arnold, Joe Gomez, Virgil van Dijk, Andy Robertson; Alex Oxlade-Chamberlain, Jordan Henderson, Georginino Wijnaldum; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane.

Cadangan: Takumi Minamino, Curtis Jones, Adam Lallana, Divock Origi, Adrian, Fabinho, Joel Matip.

Pelatih: Jurgen Klopp

Manchester United (3-4-1-2): David de Gea; Victor Lindelof, Harry Maguire, Luke Shaw; Aaron Wan-Bissaka, Fred, Nemanja Matic, Andreas Pereira, Brandon Williams; Daniel James, Anthony Martial.

Cadangan: Diogo Dalot, Eric Bailly, Mason Greenwood, Jesse Lingard, Sergio Romero, Juan Mata, Phil Jones.

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

(Foto: Offside/Getty Images/TheGuardian/Simon Stackpoole)

00:00:00 / 00:00:00