• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Penelitian Universitas Pertahanan dan Pengadaan Alutsista Berbasis Teknologi

19 January
23:07 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah mulai memenuhi kebutuhan militer dalam bidang pertahanan. Setelah pengadaan pesawat tanpa awak, kapal panjang TNI Angkatan Laut (AL) kabarnya juga akan menjadi alutsista (alat utama sistem senjata) terbaru yang bakal dimiliki Indonesia. Geliat industri pertahanan Indonesia ternyata mulai hidup oleh Universitas Pertahanan RI.

Seperti penjelasan mantan Dekan Universitas Pertahanan RI, Laksda TNI Dr Amarulla Octavian. Dia mengatakan Universitas Pertahanan RI telah melakukan kerja sama dengan berbagai negara terkait teknologi pertahanan.

Baca juga : Mantan Dekan UNHAN : PUNA MALE ‘Elang Hitam’ Siap Jaga Indonesia

“Fakultas Teknologi Pertahanan punya empat program studi. Pertama, itu Industri Pertahanan. Program Studi kedua, itu Teknologi Daya Gerak. Ketiga, Teknologi Persenjataan, yang keempat, Program Studi Teknologi Penginderaan,” kata Amarulla kepada rri.co.id, Sabtu (18/1/2020).

Oleh karena itu, dia mengatakan, Universitas Pertahanan RI telah melakukan juga kerja sama dengan berbagai industri pertahanan dalam negeri.

“Kemudian memang, jajaki kemungkinan kerja sama dengan Universitas Pertahanan negara lain yang memiliki Fakultas Teknologi Pertahanan, dan juga kerja sama dengan industri pertahanan negara lain,” ujarnya.

Saat ini, Amarulla yang sekarang bertugas sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Danseskoal) ini mengatakan, Fakultas Teknologi Universitas Pertahanan RI juga telah melakukan kerja sama dengan salah satu Universitas Pertahanan Amerika Serikata (AS).

“Kita selama ini kalau kerja samanya sudah dengan Amerika Serikat (AS), National Defends University (NDU-Washington, red). Kemudian di seluruh ASEAN, juga dengan India, Pakistan, Jepang, Cina, dan lain sebagainya,” terang Amarulla.

Kerja sama dengan berbagai universitas pertahanan dunia itu, ditekankannya hanya bagi yang memiliki Fakultas Teknologi Pertahanan.

Baca juga : Luhut Sebut Menhan Prabowo Sudah Beli Kapal Panjang dari Denmark

“Yang sudah kerja sama dengan kita itu US Naval Postgraduate School di Monterey (California), Amerika Serikat. Itu juga tentang teknologi pertahanan. Sementara, kita merancang untuk software pertahanannya, program aplikasinya untuk sistem deteksi,” imbuhnya.

Dirinya lantas memastikan, saat masih bertugas sebagai Dekan Universitas Pertahanan RI, mahasiswa di sana melakukan penelitian dalam bidang teknologi pertahanan. Apalagi, program yang ada di UNHAN adalah pasca-sarjana.

“Dibagi, mereka ada yang (belajar) hardware dan software. Kalau (mahasiswa UNHAN) yang hardware sekarang ada yang meneliti senjata nuklir, radar horizon target atau lintas Cakrawala yang jarak jauh sampai 3.000 kilometer, dan sebagainya,” pungkasnya.

00:00:00 / 00:00:00