• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Fantastis! Nilai Jual Garam Lapang Aceh Utara Capai Jutaan Perkilogram

19 January
11:12 2020
1 Votes (5)

KBRN, Lhoksukon : Kekayaan Alam Kabupaten Aceh Utara, ternyata menyimpan potensi bahan baku Garam, dengan senyawa kimia Natrium Chloride (NaCL) kualitas terbaik di Aceh, juga terbaik di Indonesia bahkan di dunia. Benarkah demikian ?

RRI Lhokseumawe, baru-baru ini juga mengunjungi langsung sentra produksi garam di Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, berjarak 40 Kilometer (KM) arah timur pusat Kota Lhokseumawe atau 5 KM ke arah utara dari pusat Ibukota Aceh Utara, Lhoksukon.

Dilokasi tersebut tim liputan RRI juga menjumpai kanal-kanal penjemuran garam menggunakan teknologi Geomembran salah satu jenis material Geosintetik yang berfungsi sebagai pelapis kedap air.

Disampaikan Petani Garam Lapang, tekhnik penjemuran bahan baku air laut menggunakan Geomembran mulai ditekuni sejak tiga tahun terakhir lewat Investasi salah satu klinik "PT. Vinca Rosea" Lhokseumawe sebagai pihak penampung garam petani untuk kepentingan bisnis farmasi di lahan seluas 5 Hektar (Ha) di Kecamatan Lapang.

Bahkan yang lebih mencengangkan, garam Lapang Aceh Utara setelah diolah pihak Klinik Vinca Rosea memiliki nilai jual sampai Rp 1 juta perkilogramnya. 

Dipasok untuk pembuatan obat-obatan medis salah satunya ke PT. Kimia Farma untuk pembuatan cairan infus pasien Opname di Rumah Sakit. 

"Ya, jadi selama ini kita tampung garam petani Lapang kemudian kita olah lagi dengan proses Refinery di Lab klinik kita, lalu kita beri label Sodium Chloride. Ini coba lihat hasilnya, rasanya tidak lagi asin tapi manis. Manis dikantong maksudnya," ucap Direktur Klinik PT. Vinca Rosea Lhokseumawe, Azhari Abdul Gani, seraya tertawa kepada RRI, Minggu (19/1/2020).

Ketertarikannya terhadap menekuni pengembangan bisnis Garam Lapang setelah mendengar curhatan Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara, Fauzi Yusuf, yang kebingungan mencari Investor untuk mengembangkan potensi garam padahal kadar garam Lapang memiliki kualitas terbaik. Sedangkan tingkat penjualan garam petani masih rendah karena pasar yang terbatas.

Atas jaminan Kepala Daerah itu, pihaknya kemudian memberanikan diri untuk terjun membantu petani garam di Kecamatan Lapang Aceh Utara. Awalnya, Klinik Vinca Rosea mengambil uji sampel ke Laboratorium terhadap kandungan NaCL dan hasilnya cukup mencengangkan, ungkapnya lagi.

Dimana hasil uji sampel kandungan kadar NaCL Garam Lapang menunjukkan angka persentase yang sempurna yakni 99,90 persen.

Angka tersebut mengalahkan Garam Madura yang sudah terkenal selama ini yang cuma 80 - 90 persen NaCL dan dipakai untuk garam konsumsi sehari - hari.

Sedangkan kadar NaCL 99,90 persen milik Lapang Aceh Utara tak cuma bisa digunakan untuk garam konsumsi, namun memenuhi standar kebutuhan garam industri makanan, dan dunia farmasi obat-obatan, yang selama ini di impor dari luar negeri oleh Pemerintah.

Masih soal hasil uji lab, garam Lapang Aceh Utara ternyata juga memiliki kandungan Lithium yang selama ini sudah dikembangkan China untuk bahan baku membuat baterai smartphone.

"Ini adalah kandungan potensi yang luar biasa yang juga bisa dilirik Pemerintah Pusat untuk lebih dikembangkan lagi guna mencukupi kebutuhan garam dalam negeri yang selama ini terpaksa di impor karena tidak mencukupi terutama permintaan industri," harap Azhari.

Disebutkan Azhari pula, Indonesia juga sebagai negara kedua yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia setelah Kanada. Sementara kebutuhan garam dalam negeri harus di impor sebanyak 2,2 juta ton pertahun. Sebab garam dalam negeri hanya bisa menghasilkan sebanyak 1,8 juta ton pertahun.

Potensi garam terbaik yang dimiliki Kecamatan Lapang Aceh Utara ini, juga di persentasikan Klinik PT. Vinca Rosea Lhokseumawe kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

(Dok Foto: RRI Lhokseumawe)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00