• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Eks Ketua Dewas : Polemik TVRI Karena Kepentingan Politik dan Bisnis

19 January
09:11 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Polemik yang terjadi di tubuh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI diduga akibat kurangnya pemahaman dan implementasi atas filosofi kepublikan dari berbagai pihak terkait. Tarik menarik antara kepentingan politik dan bisnis pun tak bisa dihindarkan.

Eks Ketua Dewas TVRI, Prof Musa Asy'ari mengatakan, akibat kurangnya pemahaman akan filosofi kepublikan itu, TVRI seolah-olah berlayar diantara dua karang besar.

"Filosofi kepublikan dari TVRI itu belum sepenuhnya bisa dipahami dan diimplementasikan di dalam kegiatan TVRI. Jadi TVRI itu seperti mendayung diantara dua karang. Karang satu ada karang politik, dan karang satu lagi adalah karang bisnis," katanya dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia, Minggu (19/1/2020).

Karena adanya tarik-menarik antara kepentingan politik dan bisnis tersebut, lanjutnya, filosofi kepublikan pun sulit dijalankan oleh TVRI. Padahal masyarakat luas butuh informasi yang netral dari perusahaan plat merah itu.

"Nah ini saya kira semua orang yang memikirkan TVRI harusnya kembali pada filosofi penyiaran publik itu bagaimana, dijabarkan kembali dan ditetapkan. Karena pemerintah mau memberikan APBN kan karena kepentingan publik," urainya.

Hal itu kata dia butuh peran serta dari para politisi di Senayan dan para punggawa TVRI itu sendiri.

"Jadi ini yang harus dijaga. Baik oleh para politisi DPR Komisi I, maupun dari TVRI nya sendiri. Bagaimana hak-hak publik itu terus dijaga. Kalau ga saya kira dia akan terus menerus digoyang oleh kepentingan politik dan bisnis," pungkasnya.

Perlu diketahui, baru-baru ini Dewas TVRI memecat Helmy Yahya dari jabatannya sebagai Direktur Utama TVRI. Helmy dianggap telah melakukan sejumlah pelanggaran. 

Pelanggaran yang pertama adalah pelaksanaan tata tertib administrasi anggaran TVRI. Dimana Dewas menilai ada ketidaksesuaian pelaksanaan rebranding TVRI dengan rencana anggaran tahunan 2019.

Selain itu, Dewas juga menilai ada mutasi pejabat struktural yang tidak sesuai dengan norma, standar dan prosedur, serta kriteria manajemen ASN. Helmy Yahya juga dinilai Dewas TVRI telah melanggar beberapa asas umum pemerintahan yang baik.

Setelah Helmy diberhentikan, Dewas pun menunjuk Direktur Teknik LPP TVRI, Supriyono menjadi Plt Dirut TVRI. (Foto Helmy Yahya/ Istimewa)


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00