• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Generasi Muda Dukung 'Milenial Berkontribusi' di Bawah Kementerian BUMN

18 January
21:31 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ini diketahui tengah melakukan upaya perombakan jajaran direksi dibawah Kementerian yang dipimpinnya, seperti dengan memberikan kesempatan bagi generasi muda dan perempuan untuk berkarya dan mengabdi kepada Negara.

Melihat hal tersebut, Tokoh Muda Arief Rosyid menuturkan, bahwa semangat Kementerian BUMN untuk mendorong generasi muda dan perempuan menduduki jajaran pimpinan perusahaan pelat merah merupakan terobosan positif yang patut didukung kaum milenials.

Ia juga menyatakan bahwa dengan adanya terobosan tersebut, saat ini generasi muda (milenial) yang telah berkesempatan mengabdi untuk Negeri melalui BUMN telah mencapai 60-70 persen. Terobosan Menteri BUMN Erick tersebut menurut Arief, juga telah sejalan dengan Visi Indonesia Maju yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Postur demografi yang sebesar itu harus diberi kesempatan untuk mereka belajar. Hanya anak muda yang bisa membawa BUMN benar-benar bisa menjawab tantangan dan beradaptasi dengan kondisi saat ini," ujar Arief Rosyid saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (18/1/2020).

Tak hanya soal usia, Arief menjelaskan bahwa jika BUMN selalu dikuasai oleh generasi tua, bukan tidak mungkin BUMN yang dipimpin justru menjadi alat kepentingan untuk menguntungkan diri pribadi. Hal itu bisa dilihat dari persoalan-persoalan BUMN yang mencuat beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, di sisi lain, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov mengatakan, anak muda saat ini berada dalam konteks yang selalu memiliki gebrakan untuk perbaikan, dan harus diberikan dukungan.

"Tapi, itu harus dibuktikan dan konsisten. Semangatnya kita dukung," kata Abra melalui pesan singkatnya.

Namun Abra juga tak memungkiri, bahwa jika kursi direksi BUMN terus diisi oleh generasi tua, akan ada kecenderungan konflik kepentingan. Apalagi jika mereka yang menduduki kursi partai politik maka akan berbahaya bagi perusahaan itu sendiri.

Ia pun menyarankan agar ke depan pemilihan direksi BUMN maupun komisaris bisa dilakukan secara transparan dan terbuka. Kementerian BUMN juga harus tahan terhadap berbagai kepentingan dan intervensi dari pihak luar yang bisa menganggu situasi internal setiap BUMN.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan keinginannya agar ada generasi milenial Indonesia yang menjadi pimpinan BUMN. Erick menilai, bahwa keberadaan milenial di tubuh pimpinan perusahaan pelat merah saat ini masih kurang.

"Kalau bisa ada milenial bisa jadi direksi BUMN. Minimal 10 persen direksi dari milenial," kata Erick dalam Indonesia Millenial Summit 2020 di Jakarta, Jumat (17/1/2020) silam.

Erick mendorong para milenial di Indonesia untuk terus aktif dan produktif serta mengambil setiap kesempatan yang ada untuk bisa memajukan Indonesia.

Tak hanya itu, dirinya juga berharap hadirnya gender perempuan dalam kepemimpinan BUMN bisa terus ditambah, minimal hingga mencapai 15 persen dari total jajaran direksi BUMN.

Erick pun berpesan kepada seluruh anak muda Indonesia yang telah mengenyam pendidikan tinggi untuk lebih berkontribusi bagi masyarakat. Tak hanya sekadar sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang kurang berdampak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Di hadapan ratusan peserta anak muda tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir juga menyatakan bahwa saat ini, Kementerian BUMN tengah fokus 'bersih-bersih' tubuh perusahaan BUMN. Hal tersebut ungkap Erick untuk menjadikan BUMN sebagau good corporate governance (GCG) yang lebih baik sehingga memberi dampak sosial yang lebih besar bagi masyarakat.

"Kita akan berikan yang terbaik dengan tim yang saya bentuk. Kita siapkan fondasi BUMN yang kuat sehingga bukan hanya wacana," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00