• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Bahan Baku Mahal, Pengusaha Bordir di Tasikmalaya Terancam Gulung Tikar

18 January
20:30 2020
1 Votes (5)

KBRN, Tasikmalaya : Dampak mahalnya bahan baku kain, pengusaha bordir di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa mengurangi jumlah produksinya. Bahkan, sebagian besar nyaris gulung tikar.

Pupu salah seorang perajin bordir di Kecamatan Kawalu menjelaskan, kenaikan harga bahan baku kain terjadi paska Pemilu. Sejak itu, banyak perajin yang menghentikan produksinya.

"Sebelumnya satu yard kami beli Rp. 22.000,-. Saat ini naik jadi Rp. 28.500,-," kata Pupu kepada Radio Republik Indonesia RRI, Sabtu (18/1/2020).

Pemilik merk dagang Indri textile ini mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku, berdampak pada omset penjualan.

"Jika menaikan harga, kami sulit. Omset kami saat ini turun 30 persen," jelas Pupu.

Kondisi ini lanjut Pupu, diperparah dengan kondisi perekonomian saat ini. Daya beli masyarakat rendah.

"Yang biasa beli banyak, sekarang sedikit," ucapnya.

Sementara itu, terkait dengan bantuan pemerintah bagi perajin bordir, Pupu mengatakan, pemerintah memiliki program untuk membantu UMKM. Akan tetapi, terkadang program yang digulirkan tidak tepat.

"Bantuan ada tapi sering tidak tepat. Ada pameran, tapi tidak tepat waktunya," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00