• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Viral Muncul Komunitas Kerajaan, Pakar : Bisa Juga Karena Hobi

18 January
16:27 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pakar Hukum Pemerintahan Universitas Parahyangan (Unpar), Asep Warlan Yusuf menyebut maraknya komunitas kerajaan bisa hanya karena aspek hobi atau kesukaan semata. Hal tersebut dikatakannya untuk menanggapi kemunculan kerajaan dan orang yang mengidentifikasikan dirinya yang mengaku sebagai raja dan ratu yang viral beberapa waktu lalu. 

"Ini juga bisa hanya karena sebatas hobi, kesukaan, dan kesamaan minat yan sama dalam membangun nilai-nilai lama, sepert kerajaan. Bukan semata-mata persoalan hukum atau politik, apalagi ingin mendirikan sebuah negara," ungkap Asep pada Pro3 RRI, Sabtu (18/1/2020).

Terhadap hal itu menurut Asep, pemerintah harus melakukan pendekatan secara baik, seperti dalam aspek pendekatan budaya, sosiolog, sejarah, dan bukan hanya sekedar melalui pendekatan hukum dan politik.

"Terlalu jauh dikaitkan dengan isu ideologis, mengubah dasar negara. Sangat kecil gerakannya dengan waktu yang sangat singkat. Kalau makar sangat terencana, terstruktur, bukan hanya sekedar memakai seragam, tai di situ ada rencana untuk menebar ancaman terhadap keberlangsungan negara. Ini banyak orang hanya halusinasi bisa juga," ujarnya.

Menurutnya dalam pendekatan budaya atau sejarah, hobi pelaku ini dapat dibina dan diarahkan ke han positif dan lebih baik. Salah satunya dapat menjadikan kerajaan itu menjadi destinasi wisata.

"Tapi kalau persitiwa budaya, bangun saja objek wisata. Makanya pemerintah jangan memului pendekatan hukum politik. Coba pendekatan sosiologis, budaya sejarah, mereka tetap diakui eksistensinya, kreatifkan wisata sejarah," jelasnya.

"Kearifan harus dibarengi pendekatannya, diajak antropolog, sejarawan, sosiolog. Jangan pendekatan hukum, kecuali ada indikasi pemerasan, menggerakkan masa untuk mengganggu ketertiban hukum. Kalau sebatas berpakaian kerjaan, anggap saja sebuah karnaval, makanya gandengan para pakar," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00