• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Mendikbud : Kemajuan Sistem Pendidikan Butuh 10-15 Tahun

17 January
21:56 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Memajukan pendidikan adalah salah satu tugas tersulit dengan hampir tidak ada kasus dimana reformasi pendidikan bisa terjadi dalam waktu singkat. Diperkirakan, butuh waktu 10-15 tahun untuk suksesnya sebuah reformasi pendidikan. 

Pengakuan ini disampaikan Menteri Pendidian dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadhiem Makarim ketika berbicara dalam diskusi di Indonesia Milennial Summit, Jakarta Selatan, Jumat (17/2/2020).

Bahkan menurut Nadhiem, reformasi dan lompatan bidang pendidikan, tidak mungkin bisa selesai hanya dalam masa lima tahun jabatannya sebagai menteri.

“Saya di sini untuk melakukan lompatan itu. Semua ekspektasi masyarakat terhadap saya tidak akan tercapai dalam lima tahun. Tidak mungkin, mohon maaf,” ucapnya.

Selain itu, tantangan yang dia hadapi sebagai kepala dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah bahwa sistem pendidikan Indonesia itu bagaimana pemerintah daerah sebenarnyalah yang memiliki kendali atas sistem tersebut.

“Bukan hanya itu saja, tetapi dalam melakukan kebijakan-kebijakan pendidikan perlu koordinasi dengan berbagai kementerian untuk melakukan berbagai macam langkah,” ujarnya.

Nadhiem mengaku kalau dirinya memasuki suatu arena di mana banyak terdapat tantangan dan belum ada bukti bahwa sistem pendidikan tersebut bisa diperbaiki secara keseluruhan.

“Tapi yang sudah pasti, mungkin 10 atau 20 persen dari pada sistem ini bisa lompat dan dengan itu nanti selama-lamanya yang lain, yang 80 persen, harapannya akan ditarik oleh yang 20 persen itu,” tegas Nadhiem.

Untuk itu, Mendikbud meminta agar gerakan reformasi dan lompatan pendidikan tidak hanya merupakan suatu langkah yang dilakukan pemerintah tapi juga harus dilakukan dengan semua golongan masyarakat sebagai pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan.

“Saya selalu bilang ini tidak bisa merupakan gerakan pemerintah, tidak bakal, pasti gagal 100 persen kalau cuma gerakan pemerintah,” ujar Nadhiem.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00