• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Dua Pekan, Polres Madiun Kota Ungkap 22 Kasus

17 January
10:49 2020
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Polres Madiun Kota berhasil mengungkap 22 kasus selama dua pekan, sejak akhir Desember 2019 hingga minggu kedua Januari 2020. 22 kasus itu rinciannya lima perkara narkoba, 4 kasus kejahatan jalanan atau konvensional dan 13 kasus prostitusi. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Madiun Kota, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa saat menggelar konferensi pers, Jum'at (17/1/2020).

Kapolres menyatakan, untuk lima kasus narkoba, kepolisian berhasil mengamankan lima tersangka dua diantaranya pengedar dan tiga pengguna. Sementara total barang bukti yang diamankan seberat 26,1 gram sabu dan 2 butir pil ectacy. Menurutnya, pengungkapan kasus narkoba menjadi salah satu atensi kepolisian.

"Tentu (jadi atensi.red) tidak ada alasan untuk pemakai narkoba. Kita akan segera berantas semoga kedepan kita bisa mendapat lebih besar barang buktinya," ungkapnya.

Untuk perkara yang lain, kepolisian juga mengungkap empat kasus tindak pidana umum berupa kejahatan jalanan atau konvensional. Dalam perkara tersebut, kepolisian mengamankan empat tersangka. Masing-masing pencurian kotak amal di enam masjid dengan barang bukti sekitar Rp1,7 juta.

Kejahatan itu rata-rata dilaksanakan malam hari. Modusnya pelaku masuk kedalam masjid, kemudian merusak kotak amal dengan cara mencongkel. Pada kasus tersebut, Polres Madiun Kota juga berhasil mengungkap kasus penganiayaan dan kasus pencurian Handphone (Hp) yang sedang dicarge oleh korban. Kemudian kepolisian juga mengungkap pencurian kartu ATM plus rekening salah satu bank.

"Jadi pelakunya ini (pencurian kartu ATM.red) masih keluarga. Pengambilan pertama itu Rp4 juta, pengambilan kedua Rp38 juta. Jadi totalnya yang diambil Rp42 juta," kata dia.

Sementara untuk kasus prostitusi, ada 13 perkara yang berhasil diungkap Polres Madiun Kota. Pasangan bukan suami istri tersebut ditemukan saat aparat kepolisian melakukan razia di sejumlah hotel dan rumah kos. Mantan Kapolres Aceh Barat ini menjelaskan 13 laporan polisi itu dikenakan Pasal 8 huruf i jo pasal 11 ayat 1 Perda Kota Madiun No.08 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. Perkara itu lanjutnya, dilimpahkan ke pengadilan untuk dilakukan sidang tindam pidana ringan (tipiring). Mereka terancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda sebanyak Rp5 juta.

"Untuk kasus prostitusi kita terapkan Perda untuk selanjutnya dilakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring)," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00