• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kantor DPP PDI-P Perbatas Akses Peliputan bagi Awak Media

15 January
20:18 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berada dikawasan Menteng, Jakarta Pusat, memperketat kembali penjagaan. Pengetatan tersebut bahwa meliputi sejumlah awak media yang hendak meliput kegiatan konferensi pers di DPP PDI-P.

Hal tersebut terbukti dengan adanya pelaksaan Konferensi pers DPP PDI-P dengan agenda "Membentuk tim hukum sekaligus memberikan keterangan pers terkait upaya penyegelan dan penggeledahan kantor DPP PDI Perjuangan" oleh penyidik KPK pada Kamis (9/1/2010) silam. Pelaksanaan konferensi pers tersebut diagendakan pukul 19.00 WIB.

Kendati dalam undangan peliputan yang diperoleh awak media menyantumkan catatan 'Peliput/media wajib memakai id card untuk bisa memasuki dan meliput agenda diatas', namun setidaknya lebih dari 10 orang pewarta tak diizinkan masuk ke dalam kantor DPP PDI-P.

Berdasarkan pantauan RRI di lokasi, terdapat tiga petugas sekuriti gedung tersebut yang menahan para pewarta yang hendak masuk ke dalam gedung. Padahal, pihak PDIP mengundang wartawan untuk meliput dengan agenda konferensi pers terkait penggeledahan kantor DPP oleh KPK.

Salah satu petugas sekuriti tersebut memegang dua lembar kertas yang berisikan nama-nama dari media tersebut. Tak hanya pewarta iNews.id, setidaknya ada puluhan media mainstream lainnya yang tertahan karena tak terdaftar dalam undangannya.

"Hubungi orang DPP dulu deh mas, saya perintahnya hanya nama dan media yang di kertas saja yang boleh masuk," ujar salah satu petugas tersebut di lokasi, Rabu (15/1/2020).

Sementara itu, untuk pewarta yang sudah terdaftar oleh petugas yang namanya secara rinci tercantum dalam kertas yang berisikan nama media-media tersebut, diberikan akses masuk melalui pintu tengah yang dijaga oleh salah satu penjaga kantor DPP PDI-P.

Awak media yang tidak diperkenankan melakukan peliputan ke kantor DPP PDI-P tersebut juga tak mendapatkan alasan yang pasti mengenai penahanan para pewarta yang tak boleh meliput di kantor DPP PDIP.

Hingga saat iini, para pewarta yang tak boleh masuk memilih untuk memarkirkan kendaraan di samping kantor DPP PDIP, sambil menunggu kepastian meliput agenda tersebut. Sementara jalan raya sekitar terpantau ramai lancar.

Penjagaan yang diperketat tersebut mulai dilakukan sejak KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Komisioner KPU Wahyu Setiawan atas dugaan penerimaan suap pelaksanaan Pergantian Antar Waktu (PAW) calon anggota legislatif dari PDI-P, yang melibatkan anggota kader PDI-P atas nama Harun Masiku.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00