• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Rusia akan Jadi Tujuan Ekspor Baru Produk UMKM RI

15 January
19:35 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Rusia memiliki potensi pangsa pasar yang besar untuk produk UMKM. Ini terlihat dari jumlah penduduknya mencapai 147 juta orang. Karena itu, pemerintah Indonesia menjadikan Rusia sebagai negara tujuan ekspor baru khususnya produk UMKM mulai dari makanan, fesyen, herbal, dan buah-buahan. 

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki usai menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi di kantornya, Jakarta, Rabu (15/1/2020) sore. 

“Dari pengalaman eksibisi produk UMKM ke sana (Rusia) respons pasar bagus, sehingga ini bisa dijadikan suatu tujuan ekspor baru sejalan dengan instruksi presiden kepada seluruh kementerian untuk menaikkan nilai ekspor dan mencari tujuan ekspor baru,” kata Teten. 

Dengan jumlah penduduk mencapai 147 juta orang, Rusia memiliki pangsa pasar yang cukup besar sekaligus menjadi peluang ekspor produk UMKM Indonesia. “Kita juga bisa bicara dengan Kementerian Perdagangan dan lainnya yang bisa memanfaatkan pasar ekspor Rusia. Saya kira Ini oppotunity yang bagus,” katanya.

“Dalam rangka persiapan itu saya sudah minta Pak Dubes untuk komoditi yang diminati pasar Rusia itu apa dan kami minta Pak Dubes buat daftar ekspor distributor di sana yang baik supaya bisa kita hubungan UMKM dengan buyer di sana,” tambahnya. 

Dubes Wahid mengatakan pihaknya rutin setiap tahun menyelenggarakan pameran yang melibatkan UMKM Indonesia sebagai peserta. Bahkan pihaknya memberikan subsidi booth bagi UMKM Indonesia yang mengikuti pameran di sana. Event pameran yang rutin diselenggarakan di Rusia yakni Festival Indonesia, dan Bisnis Forum.

“Ini kerja sama sudah lama berjalan, ada event yang paling besar diselenggarakan di Moskow itu Festival Indonesia yang sudah berjalan 4 kali, dan tahun ini yang ke-5,” ujar Dubes Wahid.

Tahun lalu event Festival Indonesia mencatatkan jumlah kunjungan sebanyak 117 ribu pengunjung. Sedangkan nilai transaksi mencapai 10,7 juta USD, dan nilai investasinya 1,1 miliar USD. Rencananya tahun ini akan diadakan pada 31 Juli-2 Agustus. 

“Saya sampaikan kepada Pak Menteri momentum ini bisa dimanfaatkan UMKM terutama yang menjadi binaan dari Kementerian Koperasi dan UKM karena barang Indonesia itu sudah cukup familiar di sana,” ungkap dia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00