• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Atasi Pencurian Ikan di Natuna, Pemerintah Harus Memakmurkan Nelayan

15 January
16:18 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Masuknya kapal-kapal Ikan China dan Vietnam ke perairan Indonesia terutama perairan Natuna, Kepulauan Riau karena perairan itu mempunyai simpanan kekayaan perikanan yang melimpah. Hal ini tentu saja membuat perairan tersebut seringkali dimasuki nelayan-nelayan asing.

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik mengungkapkan solusi berkelanjutan pemberantasan pencurian ikan adalah memakmurkan laut dengan nelayan dan kapal-kapal Indonesia.

"Ada yang meramaikan di perairan kepulauan, ada di ZEE Indonesia, bahkan jangan ragu untuk memanfaatkan kuota menangkap di perairan Internasional," kata Riza kepada rri.co.id, Rabu (15/1/2020).

Tercatat, 80 persen produksi perikanan tangkap dunia dikuasai hanya oleh 25 negara, termasuk Indonesia. Laporan FAO (2018) menunjukkan tren produksinya 10 tahun terakhir cenderung negatif.

Bahkan dari 2015 ke 2016 total produksi perikanan tangkap dunia turun hampir 2 juta ton. Sementara tren konsumsi ikan per kapita warga dunia meningkat rata-rata 1,5 persen per tahun. Jika di 1961 baru 9 kg per kapita per tahun, di 2015 sudah 20.2 kg.

"Di sinilah laut Indonesia yang subur dan kaya ragam sumber protein menjadi perburuan kapal-kapal ikan di dunia," terangnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00