• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

KPK Tetap Rahasiakan Detil Penggeledahan Kediaman Harun Masiku

14 January
22:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan kegiatan penggeledahan terkait kasus dugaan suap yang diduga melibatkan tersangka Wahyu Setiawan, salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) non aktif. Namun masih tetap merahasiakan di mana dan kapan penggeledahan dilakukan.

Kasus dugaan suap itu diduga terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Dewan Perwakikan Rakyat (DPR) Republik Indomesia. Kasus tersebut juga melibatkan tersangka Harun Masiku, politikus PDI Perjuangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta mengatakan, hari ini KPK telah melakukam kegiatan penggeledahan di apartemen yang dihuni Harun Masiku.

“Tim KPK melanjutkan kegiatan penggeledahan dan hari ini masih berlangsung di sebuah apartemen yang dihuni oleh tersangka HAR (Harun Masiku)," kata Ali Fikri di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

BACA JUGA: Dewas KPK Restui Penggeledahan Tempat Wahyu Setiawan

Namun saat ditanya wartawan lebih detil, Ali rupanya masih enggan atau tidak menjelaskan jam berapa dan di mana lokasi apartemen Harun Masiku yang digeledah itu. Menurut Ali, dalam penggeledahan itu KPK menyita sejumlah dokumen yang diduga terkait kasus yang menjerat Harun sekaligus menyeret Wahyu Setiawan tersebut.

"Informasi sementara yang bisa kami sampaikan dari teman-teman yang saat ini masih berada di lapangan mendapatkan beberapa dokumen yang signifikan, yang antara lain juga untuk mencari keberadaan dari tersangka Pak HAR (Harun Masiku)," pungkas Ali Fikri kepada wartawan.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean bersama 4 anggota Dewan Pengawas KPK lainnya yaitu Harjono, Albertino ho, Artidjo Alkostar dan Syamsudin Haris menggelar jumpa pers. Dalam keterangannya, Dewas KPK memberikan waktu 1x24 jam untuk penyidik lembaga antirasuah tersebut melakukan penggeledahan terkait kasus OTT mantan Komisoner KPU, Wahyu Setiawan, Selasa (14/01/2020).

"1x24 jam sejak permohonan itu diajukan. Jadi perhatikan saja, mungkin belum ada diajukan. Kalau sudah diajukan 1x24 jam, kasus kemarin penggeledahan sudah kami berikan izin dan mereka sudah menggeledah kan," ungkap Tumpak di gedung ACLC, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Penyedik KPK Lakukan Penggeledahan di Apartement Harun Masiku

Tumpak menegaskan, bahwa Dewas KPK hanya memberikan izin 1x24 jam sejak permohonan itu diajukan, dan permohonan itu hanya berlaku selama 30 hari. Maksudnya adalah, dalam 30 hari izin itu berlaku, dan pemeriksaan dilakukan hanya untuk 1x24 jam saja, alias satu hari penuh, pukul 00.01-24.00 WIB.

"Itu bukan menjadi masalah di kami (Dewas KPK). Penyidik punya strategi kapan harus menggeledah, itu tidak kami campuri, kami hanya memberikan izin 1x24 jam sejak pengajuan permohonan. Kapan mereka mau menggeledah? Terserah dia, cuma dalam izin kami sebutkan hanya berlaku selama 30 hari untuk penggeledahan, kapan (dilakukan)? Itu kewenangan penyidik," tegas Tumpak.

Dirinya lanjut menjelaskan, bahwa pihaknya sudah bertemu dengan deputi penindakan, termasuk jaksa penuntut umum. Dewas KPK juga sudah menyepakati bagaimana prosedur meminta izin, dan bagaimana mengeluarkan izin, dan itu sama sekali tidak menghambat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00