• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Tangkap Raja Ratu Kerajaan Agung Sejagat, Polisi Bawa 10 Saksi

14 January
21:52 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Selain menangkap Totok Santoso Hadiningrat dan Dyah Gitarja, pasangan suami istri yang mengklaim diri sebagai pasangan raja dan ratu Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Polisi juga turut mambawa 10 orang saksi dan barang bukti lainnya ke Mapolda Jawa Tengah. 

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, pihaknya masih melengkapi keterangan dari saksi-saksi.

"Tentunya akan melengkapi dulu keterangan saksi yang sudah dibawa juga sekalian. Ada sekitar 10 orang, termasuk barang bukti berupa surat-surat palsu sudah diamankan pihak penyidik," kata Iskandar kepada RRI PRO3, Selasa (14/1/2020) malam.

Sebelumnya, Iskandar mengatakan, keduanya ditangkap setelah ikrar membuat kerajaan itu telah meresahkan masyarakat. Hal itu membuat laporan terhadap keduanya banyak yang masuk ke Polda Jateng. Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku, para saksi dan barang bukti masih dalam perjalanan menuju Mapolda Jateng.

BACA JUGA : Usai Ditangkap, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Ditunggu Polda Jateng

"Besok laporan lengkap baru kita terima," pungkas Kombes Pol Iskandar.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah, disebut hanya lelucon dagelan tanpa histori dan garis keturunan raja-raja Nusantara. Keraton Agung Sejagat tidak akan masuk dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) yang beranggotakan kerajaan atau kesultanan di Indonesia. 

Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) KPH Eddy Wirabhumi mengatakan karena tidak adanya silsilah dengan raja-raja Nusantara, dengan demikian Raja Kerajaan Agung Sejagat tidak akan masuk dalam perserikatan raja-raja yang mempunyai kerajaan, kesultanan atau kedatuan. 

BACA JUGA : Majelis Kerajaan Nusantara : Keraton Agung Sejagat Itu Humor Belaka

Dalam aturan baku MAKN yang menjadi anggota adalah raja, sultan, panglingsir (di Bali), atau pemangku adat dari seluruh Nusantara yang punya basis histori masa lalu. Sehingga kata Eddy keberadaan keraton tersebut tidak perlu diperbincangkan lebih lanjut, karena hanya akan membuang energi. Menurutnya, yang disampaikan berbau mistis dan tidak masuk akal sehingga masyarakat sebaiknya mengabaikan.

BACA JUGA : Polisi Amankan Raja dan Ratu Kerajaan Keraton Agung Sejagat

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00