• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Sidang Suap APBD Jambi, Zumi Zola Bersaksi Soal Uang Suap Anggota DPRD

15 January
02:00 2020
0 Votes (0)

KBRN,Jambi : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola dan sembilan Pengusaha, sebagai saksi di persidangan suap pengesahan atau ketok palu APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018 dengan terdakwa mantan anggota DPRD Provinsi Jambi, Efendi Hatta, Zainal Abidin dan Muhamadiyah, yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jambi, Selasa (14/1/2020).

Dalam keterangannya, Zumi Zola mengakui adanya permintaan uang suap untuk pengesahan APBD provinsi Jambi tahun anggaran 2017 sebesar Rp 200 juta per anggota dewan serta pengesahan RAPBD tahun 2018 dengan besaran yang sama sebesar Rp 200 juta per anggota dewan. 

Zumi Zola juga mengakui adanya tambahan permintaan uang dari Komisi III DPRD Provinsi. Dirinya mengaku tidak dapat menolak keinginan uang suap tersebut karena khawatir jika APBD tidak disahkan, berbagai program kegiatan dan pembangunan yang telah disusun tidak dapat berjalan sesuai yang direncanakan.

"Saat itu kan ada beberapa kewenangan yang beralih ke Pemprov. Seperti kewenangan pengelolaan SMA dan SMK. Kalau APBD tidak disahkan, darimana kami membayar gaji guru? Belum program - program lain seperti pembangunan yang sifatnya fisik," ujar Zumi Zola di persidangan, Selasa (14/1/2020).

Selain Zumi Zola, ada sembilan pengusaha yang juga turut dihadirkan sebagai saksi yaitu Joe Fandi Yoesman alias Asiang, Akeng, Ismail Ibrahim, Agus Rubiyanto, Hardono alias Aliang, Hendry, Hasanuddin, Adiputra Wijaya, Yosantunius alias Atong dan Rudi Lidra. 

Dalam keterangannya di persidangan, Asiang yang juga telah berstatus terpidana dalam kasus yang sama, mengakui ada permintaan peminjaman uang dari pejabat Dinas PU Provinsi pada 2016  sebesar Rp 1,5 miliar, dan pada 2017 sebesar Rp 5 miliar. Asiang mengaku, bahwa dalam peminjaman uang tersebut tidak ada perjanjian tertulis maupun agunan. Ditambahkannya, uang yang dipinjam tersebut hingga saat ini belum dikembalikan.

Sebelumnya, Effendy Hatta, Zainal Abidin dan Muhammadiyah didakwa telah menerima uang berkisar antara Rp 200-380 juta dari Gubernur Jambi saat itu, Zumi Zola supaya terdakwa menyetujui  pengesahan APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00