• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Hujan Tak Kunjung Turun, Warga Tani Belu Terlambat Tanam

15 January
00:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Atambua : Luasan lahan basah persawahan di wilayah perbatasan Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dimusim tanam tahun ini masih belum layak untuk kegiatan tanam. Hal itu akibat belum kunjung turun hujan secara normal. Sehingga yang dikhawatirkan adalah masyarakat petani setempoat bisa terlambat jadwal tanam.

Areal garapan petani khusus lahan sawah tadah hujan seperti di wilayah desa Leosama belum bisa bergerak karena ketiadaan air. Lahan mereka terlihat masih mengering belum begitu terendam air. Padahal warga sudah menanti turun hujan lebat agar segera bisa menanam lahan garapan yang menjadi aktifitas di setiap musim tanam untuk penghidupan mereka.

"Hujan kalau sudah datang itu baik, kita sudah mulai tanam. Beberapa hari ini mendung saja, tadi malam dikira mau hujan tapi tidak jadi hujan. Sawah masih belum ada air mau bajak bagaimana? Semai bibit juga takut mati kalau tidak segera tanam," keluh Andreas Bau, warga tani di lokasi desa kepada RRI, Selasa (14/1/2020). 

Walaupun terlambat jadwal tanam di musim awal tahun ini, tapi satu hal yang jadi harapan adalah potensi hujan untuk beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan menguyur deras wilayah Belu. Hal ini sesuai prakiran cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah NTT 15 hingga 18 Januari 2020. Dimana dikatakan, NTT berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan tiupan angin kencang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00