• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Omnibus Law Dinilai Bisa Gairahkan Investasi Daerah

14 January
18:02 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau, Eva Revita menyebut omnibus law yang dikebut pemerintah pada 2020 dapat menyederhanakan pungutan, pajak, atau retribusi yang menghambat investasi di daerah. Namun, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah masih perlu dicermati sembari melihat respons dari daerah itu sendiri.

"Omnibus law merupakan bentuk top-down dari kebijakan yang dibuat pemerintah pusat," katanya, Selasa (14/1/2020). 

Seperti diketahui bahwa guna memperkuat perekonomian nasional melalui perbaikan ekosistem investasi dan daya saing, saat ini pemerintah sedang menyiapkan RUU Omnibus Law. RUU ini akan dimasukkan ke DPR sebagai strategi reformasi regulasi agar penataan dilakukan sekaligus terhadap banyak peraturan perundang-undangan.

“Pelaksanaannya kami masih perlu wait and see. Lihat dulu lah, tentunya dilihat juga bagaimana daerah bisa merespon peraturan dari pusat itu,” ujarnya.

Dirinya masih belum dapat memastikan prospek investasi di Bumi Lancang Kuning pada 2020 ini. Namun, dengan ada perbaikan di sisi perizinan yang saat ini ada ratusan banyaknya, diharapkan investasi akan ikut tergenjot.

Adapun, sepanjang 2019, data sementara Bank Indonesia mencatat investasi dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) merupakan kontributor terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 31,5%. 

PMTB merupakan motor penggerak ekonomi kedua setelah konsumsi rumah tangga yang sebesar 35,1%. Selanjutnya, net ekspor berkontribusi sebesar 28,5% dan lain-lain sebesar 4,9% terhadap Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau. 

Investasinya memang baru segelintir tetapi nilainya mampu menyamai kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian yang ditopang oleh jumlah populasi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00