• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Waspada Tempat Kotor Akibat Virus Kencing Tikus, Berpotensi Leptospirosis

14 January
17:30 2020
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Masyarakat perlu mewaspadai penyakit Leptospirosis atau dikenal virus kencing tikus memasuki musim hujan seperti saat ini. Tindakan pencegahan dapat dilakukan seperti menjaga kebersihan lingkungan terutama pada pojok ruangan harus dilakukan agar tidak mengakibatkan dampak yang fatal.

Hal tersebut disampaikan Dokter dari PKU Muhammadiyah Gubug, Kabupaten Grobogan, Azza Amrullah kepada RRI, yang menanggapi potensi penyakit di musim hujan, Selasa (14/1/2020).

Azza menjelaskan, virus akibat kencing tikus dapat bertahan selama lebih dari satu bulan. Jika sampai mengenai anggota tubuh yang sedang terluka, itu dapat menyebabkan leptospirosis. Adapun gejalanya menyerupai gejala masuk angin, yaitu demam tinggi, sakit kepala, menggigil, dan nyeri.

“Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan, dan jika sangat parah bisa berujung cuci darah,” imbuhnya. 

Azza lanjut menuturkan, tempat yang terkena kencing tikus mengandung bakteri. Oleh karena itu, masyarakat diminta mengunakan alas kaki ketika beraktifitas di dalam rumah dan menjaga kebersihannya sekaligus agar tidak menjadi sarang tikus.

“Jaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus,” ujarnya. 

Dokter Azza Amrullah juga menerangkan, virus kencing tikus itu dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Dengan demikian, menjaga kebersihan tempat tinggal menjadi sangat penting dilakukan guna memastikan seluruh perabotan yang ada di rumah aman dari bahaya virus kencing tikus. 

“Seusai beraktifitas di tempat kotor harap segera mencuci tangan dan kaki dengan sabun dan air mengalir, untuk mengantisipasi jika di tempat tersebut pernah terkena kencing tikus,” tandasnya.

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    Miechell Octovy Koagouw

    Miechell Octovy Koagouw Editor RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00