• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dana Desa Miliaran, Dusun II Ketapang Indah 20 Tahun Pakai Air Kotor

14 January
16:27 2020
1 Votes (5)

KBRN, Singkil : Dana desa miliaran rupiah yang selalu dikucurkan Pemerintah setiap tahunnya, ternyata belum menjawab kebutuhan dasar masyarakat.  Karena meskipun dana desa mencapai Miliaran rupiah, namun banyak desa di Kabupaten Aceh Singkil yang masih kesulitan air bersih.  Seperti yang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Singkil Utara.

Ibu Butet, salah satu warga dusun II, desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara mengatakan kesulitan air bersih dirasakannya lebih kurang 20 tahun. Selama ini ia menggunakan air sumur cincin yang kotor, bau, berkerak, dan bahkan menimbulkan gatal-gatal. Karena itu untuk mencuci ia menampung air hujan.  Sedangkan untuk air minum biasanya ia membeli air galon dengan harga Rp 5.000/galon, dan untuk memasak juga menggunakan air galon.

“Kami merasakan air itu kotor bau, kerak, tidak enak. Pokoknya tidak nyamanlah. Untuk cuci piring saja pun piring jadi kuning.  Terpaksalah kami untuk cuci baju sesekali menampung air hujan.  Tapi kalau tidak hujan terpaksalah air itu kami pakai sehingga menimbulkan gatal-gatal tiga tahun ini. Kalau untuk minum pakai air galon, lima ribu satu galon, sangat terasa,” kata  Butet.

Butet lanjut menuturkan, adiknya bahkan mencoba dengan menggunakan sumur bor, namun justru lebih parah. Jika air ditampung malam hari, pada pagi harinya air menjadi berlendir dan berminyak. Karena itu Butet berharap hal ini menjadi perhatian Pemerintah, dan dapat diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“20 tahun kami merasakan air begini. Harapan kami mohonlah diperhatikan bapak-bapak di atas sana. Mohonlah diperhatikan dan dipantau,” kata Butet.

Warga lainnya, Bapak Simanjuntak, salah satu warga dusun II, desa Pancang Dua, Kecamatan Singkil Utara mengatakan di rumahnya air tidak jernih. Bahkan ia sudah coba melakukan pengeboran 6-7 kali sehingga mengeluarkan banyak uang, namun sampai saat ini belum juga mendapat yang bersih. Ia berharap ke depan ada solusi untuk air bersih melalui dana desa yang mencapai miliaran rupiah.

“Jangankan untuk air minum, untuk mandi saja pun sebenarnya tidak layak. Harapan saya sebagai masyarakat mudah-mudahan ke depan ada solusi untuk air besih. Apalagi sekarang ini ada dana desa yang dikucurkan sampai miliaran rupiah.  Maunya difokuskanlah untuk air bersih di setiap desa, karena air itu kan kebutuhan pokok masyarakat,” ucap Simanjuntak.

Ketika dikonfirmasi RRI, Kepala Dusun II Desa Ketapang Indah, Rahmat Hidayat mengakui air di desa Ketapang Indah kuning dan gatal karena kutu air. Namun penyediaan air bersih belum dilakukan karena tidak ada usulan dari masyarakat. Ia mengatakan selama dua tahun menjabat, belum menerima usulan.

“Memang daerah kami ini kuning airnya, sudah dibor namun masih kuning. Semenjak saya menjadi Kepala Dusun, dua tahun belum ada usulan (keluhan). Kalau ada usulan akan kita tunaikan,” kata Rahmat.

Kesulitan air bersih di Kecamatan Singkil Utara hampir merata di tujuh desa yang ada. Bahkan di desa Pancang II, setelah pihak desa menggelontorkan uang sampai ratusan juta rupiah, namun air bersih tak kunjung tersedia. Air bersih sulit diperoleh karena banyak pemukiman yang dekat dengan rawa, dan dikarenakan aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Singkil belum juga mengalir sampai ke Kecamatan Singkil Utara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00