• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menkopolhukam: Modus Korupsi di Asabri Diduga Sama Dengan Jiwasraya

13 January
15:13 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Menkopolhukam Mahufd MD meyakini modus operandi yang digunakan dalam kasus dugaan korupsi di PT Asabri sama dengan kasus dugaan korupsi di PT Jiwasraya yang mengalami gagal bayar. Bahkan menurut Mahfud tak hanya modus yang sama, tapi juga diduga melibatkan beberapa orang yang sama pada kedua perusahaan milik BUMN tersebut.

“Yang penting itu akan dibongkar, karena itu melukai hati kita semua,” ucapnya di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Mahfud mengatakan informasi soal dugaan korupsi ini didapatkannya dari laporan BPK. Namun dalam pernyataannya Mahfud masih enggan menyebut berapa total kerugian yang negara rasakan, karena hingga kini data tersebut masih di validasi oleh instansi lain yang ditunjuk BPK.

“Tapi sekarang sedang divalidasi oleh suatu institusi lain, BPK yang minta karena polanya sama dengan Jiwasraya,” ungkapnya.

Meski masih enggan merinci, Mahfud menyebutkan pemerintah akan bersikap proporisonal dalam menangani kasus ini. Jalurnya pun menurutnya sudah tersedia, baik itu pengadilan sipil maupun pengadilan militer, jika melibatkan anggota TNI Aktif. 

“Jalur hukumnya tuh kemana - kemana yang melakukan tindakan siapa, siapa itu sudah ditentukan oleh UU, mungkin itu nanti pengadilannya koneksitas kali ya karena ada TNI aktif dan ada sipilnya juga ada perusahaan swastanya juga, nantilah itu ada jalurnya gampang,” tutur Mahfud.

Misalnya dalam waktu dekat ini, pihaknya akan memanggil Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengkonfirmasi kebenaran dari dugaan korupsi di PT Asabari ini. 

“Minggu ini, minggu ini, kan masih di luar negeri tuh pak Erick dan sebagainya, nanti kita akan panggil. Ya, akan jalan karena presiden sendiri itu sudah mengatakan semua kasus korupsi itu harus di bongkar dan kita bukan hanya dibogkar tapi dibawa ke pengadilan,” tutupnya. 

Sebagai informasi, Menkopolhukam Mahfud MD sebelumnya menyatakan telah mendengar adanya dugaan kasus korupsi di perusahaan yang mengelola asuransi dan pembayaran uang pensiun bagi prajurit TNI dan Polri, PT Asabri. Mahfud mendengar total dari angka dugaan korupsi yang terjadi di PT Asabri mencapai Rp 10 triliun.

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun," imbuh Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (10/1/2020) lalu.

Sementara itu, saham-saham milik PT Asabri diketahui telah mengalami penurunan sepanjang tahun 2019. Bahkan, penurunan harga saham di portofolio milik Asabri terjadi sekitar 90 persen. Misalnya, harga saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang terkoreksi 95,79 persen di 2019 lalu ke level Rp 326.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00