• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Tsai Ing-wen Kembali Menang di Pemilu Taiwan, Cina Meradang

13 January
10:28 2020
0 Votes (0)

KBRN, Taiwan : Tsai Ing-wen (63) yang dikenal sangat anti-Cina kembali terpilih menjadi presiden Taiwan dalam pilpres yang digelar, Sabtu (11/1/2020). Namun, kemenangan Tsai itu menuai kecaman Pemerintah Cina. Sebab, tak sedikit negara memberikan ucapan selamat kepada Tsai sebagai petahana sukses.

Termasuk, Amerika Serikat tak ketinggalan mengucapkan selamat kepada Tsai.

"Pihak Cina menyatakan ketidakpuasan yang kuat terhadap hal ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang, seperti dilansir AFP, Minggu (12/1/2020).

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, secara resmi mengucapkan selamat kepada Tsai. Bahkan Tsai juga diberikan selamat dari Pemerintah Jepang dan Inggris.

Tetapi, Beijing yang memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, mengecam tindakan mereka karena dianggap melanggar prinsip satu-Cina.

"Kami sangat menentang segala bentuk pertukaran resmi antara Taiwan dan negara-negara yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Cina," kata Shuang.

Hasil resmi menunjukkan, Tsai mengantongi 57 persen suara. Pemilu Taiwan kali ini juga mencetak rekor jumlah pemilih di angka 8,2 juta suara. Lebih banyak 1,3 juta suara dari kemenangan Tsai pada 2016 lalu.

Rival utama Tsai, Han Kuo-yu dari partai pendukung Cina, Kuomintang, mendapat 39 persen suara dan mengakui kekalahannya.

Media pemerintah Cina, Xinhua juga menganggap remeh kemenangan Tsai. Dalam laporannya, media pemerintah Cina meragukan legitimasi kampanye Tsai dengan menuduh pemimpin Taiwan itu menang dengan cara kotor dan curang.

"Tsai dan Partai Demokratik Progresif (DPP) menggunakan cara kotor seperti curang, penindasan, dan intimidasi untuk mendapatkan suara. Sepenuhnya memperlihatkan sifat egois, serakah dan jahat," kata kantor berita resmi Cina, Xinhua, pada Minggu (12/1/2020).

Cina sampai saat ini bertekad Taiwan adalah bagian dari negara mereka. Mereka bahkan pernah mengancam bakal mengerahkan kekuatan militer jika Taiwan membangkang.

"Terlepas dari apa yang terjadi di Taiwan, fakta dasar tidak akan berubah, yaitu hanya ada satu China di dunia dan Taiwan adalah bagian dari China, posisi Cina tidak akan berubah," kata Shuang dalam sebuah pernyataan. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00