• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Mega: Pancasila Harus Diperjuangkan untuk Adil dan Sejahtera Penuh Rakyat Indonesia

11 January
18:43 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan perjalanan politik luar biasa yang ditempuhnya sejak membangun partai politik, bernama PDI Perjuangan.

"Hari ini, Partai yang saya bangun mencapai usia 47 tahun. Kegembiraan, kepedihan, kemajuan-kemajuan, harapan-harapan, kekecewaan-kekecewaan, rasa unggul, rasa pahit, rasa getir, rasa manis, rasa cemas, rasa letih, rasa babak bundas, semua sudah kita alami," ujarnya pada acara Rakernas I PDIP di Jakarta, Sabtu (11/1/2020). 

Ia menuturkan, setelah PDI Perjuangan berturut-turut menang dalam dua kali Pemilu, 2014 dan 2019, ada pertanyaan yang selalu menghentak dalam dadanya, inikah makna sesungguhnya kemenangan politik. Jika sudah menang Pemilu, lalu mau apa? Apakah menang Pemilu, berupa kemenangan elektoral, jadi tujuan akhir bagi Partai?

Kegelisahan-kegelisahan tersebut terus  merundung diri Presiden RI ke-5 tersebut. 

"Beberapa hari ini saya merenung. Saya mencoba menggali kembali lembar-lembar perjalanan kehidupan politik yang telah saya lewati. Perenungan spiritual itu mengantarkan saya pada kotak pandora ingatan, kotak yang berisi cita-cita dan gagasan politik seorang lelaki, yang saya panggil Bapak. Bapak yang telah menempa saya sejak kecil untuk hidup di jalan pengabdian kepada tanah air dan bangsa. Bapak mengatakan, “Saya memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala, tetapkanlah kecintaanku kepada tanah air dan bangsa, selalu menyala-nyala di dalam saya punya dada, sampai terbawa masuk ke dalam kubur saat Allah memanggilku pulang,” ungkap Mega mengutip buku karya Proklamator RI, Ir Soekarno "Di Bawah Bendera Revolusi" yang diterbitkan pada 1941.

"Itulah doa Bapak, ayah saya, yang biasa dipanggil oleh rakyat Indonesia dengan sebutan Bung Karno. Doa Bapak selalu menuntun saya saat saya merasa gamang atau hampir kehilangan asa dalam pertarungan politik," imbuh Mega. 

Menurut dia, doa Bung Karno selalu mampu menuntunnya kembali ke niat awal, mengapa dirinya sebagai seorang perempuan dan seorang Ibu, memutuskan membangun partai politik.

Niat itu berupa keyakinan terhadap ideologi Pancasila. Keyakinan yang membentuk pemahaman bahwa ideologi bukan sesuatu yang utopis, bukan suatu gagasan yang tidak membumi. 

"Keyakinan yang menjadi penyulut semangat bahwa Pancasila harus diperjuangkan agar berwujud dalam merdeka penuh, makmur penuh, adil penuh, sejahtera penuh bagi seluruh rakyat Indonesia, bangsa Indonesia yang menyumbang damai penuh bagi dunia," tandas Mega. 

   

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00