• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Suasana Kuliner Tahun 60an di Pondok Djaja

10 January
11:27 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kuliner siang hari memang banyak dicari setiap orang. Apalagi jika suasana yang ada ditempat makan tersebut merupakan suasana zaman dahulu. Salah satunya Pondok Djaja, merupakan sebuah rumah makan daerah di Jalan Hasyim Asyari Nomor 13B, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat.

Berdiri pada tahun 1969, sekaligus menjadi pelopor rumah makan Padang di Jakarta, interior tempat ini tak banyak berubah. Klasik namun asyik. Wangi rempah menyeruak begitu anda membuka pintu kaca. Meja berlapis triplek putih dan bangku-bangku kayu disusun di dua ruangan tanpa sekat. Pendingin udara bertengger di salah satu sudut ruangan, namun di sudut lainnya, kipas angin menembakkan udara ke segala arah.

Sjoffian Chaedir pria berusia 83 tahun pemilik Pondok Djaja. Rumah makan ini merupakan salah satu rumah makan Padang tertua di Jakarta. Menurut salah satu pegawai bernama riski rumah makan ini sudah buka dari tahun 1969.

"Pertama dibuka tahun 1969, gerai pertama di Jalan Krekot Bunder (Pasar Baru, Jakarta Pusat-red). Tahun 1974 pindah ke Hayam Wuruk. Baru empat tahun yang lalu pindah ke sini," tutur Riski saat didatangi oleh RRI, Jumat (10/01/2020).

Meski jam makan siang sudah lewat, tempat ini masih saja ramai. Begitu masuk, pengunjung langsung dihadapkan pada etalase kaca berisi 15 jenis menu masakan khas Sumatera Barat. Uniknya, hanya ada satu koki yang memasak dan itu merupakan istri dari pemilik rumah makan semua makanan dari dulu hingga sekarang. 

Resep dan cara masak tradisional adalah rahasia suksesnya RM Pondok Djaja. Dari 15 menu yang tersaji di etalase, bukan rendang yang paling diincar. Bukan pula gulai tunjang penuh lemak dan telur dadar otentik khas Ranah Minang. Menu paling favorit di sini adalah ayam goreng, lengkap dengan serundeng yang harum dan khas. 

"Ayam goreng jadi favorit di sini. Makannya harus bersama sambal petai," tambah Riski. 

Sambal petai tersebut merupakan ciri khas RM Pondok Djaja. Selain itu, ada pula acar timun segar yang menemani sepiring 'nasi rames' khas rumah makan ini. Seporsi nasi dan ayam goreng dikenai harga Rp 33.000. Harganya tak berbeda jauh jika Anda memilih lauk lainnya.


Penasaran ingin mencoba, silahkan datang langsung ke Rumah Makan Pondok Djaja yah guyss !!

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00