• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Kuliner Tengkleng Mbok Wulan Solo, Harga Murah Rasa Berani Bersaing

9 January
11:47 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sragen: Tengkleng Mbok Wulan (50) belakangan ini ramai diperbincangkan publik, salah satunya warga net.

Kuliner khas Solo yang dijual Mbok Wulan ini dikenal murah dan lezat.

Tengkleng adalah sajian makanan tradisional Solo yang cukup populer, karena rasa gurih dari daging yang dimasak hingga empuk. Kuliner inipun bisa ditemukan mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran .

Untuk menikmati kuliner ini tidak perlu merogoh kocek terlalu besar. Makanan berbahan daging tetelan kambing, mulai dari iga, kaki dan seluruh bagian kepala ini di kaki lima biasa dijual Rp 15.000-30.000 per porsi.

Belakangan seorang penjual tengkleng warga Jebres Solo yaitu Mbok Wulan mencuri perhatian masyarakat. Karena terkenal menjual tengkleng murah dan enak yang tidak kalah dengan tengkleng di warung warung ternama di Solo. Ia biasanya berkeliling di perkampungan.

Saat RRI mencoba menemui Mbok Wulan di pojok Stasiun Pengisian SPBU Jurug Jebres, Rabu (8/1/2020) tengkleng nya diserbu penikmat kuliner. Dia biasa menjual tengklengnya sejak pukul 13.00. Tak sampai berjam-jam  tengklengnya langsung ludes terjual .

Uniknya dia tidak mematok harga tengklengnya. Pembeli dengan harga berapapapun akan dilayani dengan ramah dan senyum. Tengkleng Mbok Wulan disajikan dengan daun pisang yang dipincuk (buat kerucut) sebagai tempat makan.

“Satu porsi tengkleng dijual dari Rp 10 ribu. Terdiri dari sate babat, atau jeroan dan nasi. Kalau harga RP15 ribu dan RP 20 ribu kita kasih tengkleng dengan satai kuping , kaki, lidah dan bola mata,” jelasnya.

Pelanggan Mbok Wulan ini dari berbagai kalangan mulai dari warga biasa, wisatawa , mahasiswa hingga karyawan. Dituturkan warga Nggendingan Kelurahan Jebres ini setiap hari ia mengolah bahan baku sebanyak 8 kilogram. Masakanya itu dimasak sendiri dengan bumbu rempah-rempah khas Jawa. “Saya beli bahan sendiri, masak sendiri dan menyiapkan bumbu, dan memasaknya dari pagi  hari,” ujarnya.

Perempuan bernama lengkap Wulandari itu mengisahkan perjalannya hidupnya sebagai penjual tengkleng. Awalnya berjualan keliling jalan kaki di sekitaran Jebres dan Kelurahan Pucangsawit. Dia belajar berjualan tengkleng karena mertua dan keluarga besar suaminya juga penjual tengkleng.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00