• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Taufiequrachman Ruki, Polisi yang Pernah Jadi Ketua KPK

19 December
12:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Memiliki latar belakang sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen), menjadi bukti bahwa siapapun dan apapun karir sebelumnya dari seseorang (termasuk polisi) bisa menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Taufiequrachman Ruki merupakan Ketua KPK periode pertama.

Bahkan berkat pengalamannya, ketika sudah tidak duduk sebagai Ketuya KPK, ia berhasil menjembatani konflik antara lembaga antirasuah tersebut dengan institusi yang membesarkan namanya, yakni Polri. Kepiawaiannya dalam menengahi konflik membuatnya dapat menengahi semua miskomunikasi antara KPK dengan lembaga apapun serta personal sekalipun. Usai menunaikan tugas di periode pertama, Ruki sempat dilantik lagi sebagai Ketua KPK sementara oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggantikan Abraham Samad pada 2015 silam. 

"Tanpa koordinasi dengan Polri semua tidak bisa dilaksanakan," kata Taufiq kepada wartawan di Istana Negara Jakarta, sesaat setelah dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Sementara menggantikan Abraham Samad, Jumat (20/2/2015) pagi.

Ruki memiliki segudang pengalaman dalam perjalanan karier hidupnya. Pria kelahiran Rangkasbitung, 18 Mei 1946 ini merupakan lulusan terbaik Akademi kepolisian (Akpol) 1971, dan ketika di PTIK ia lulus dengan mendapatkan peringkat 4 (empat) terbaik. Ia menikahi Atti Risaltri Surigunawan dan dikaruniai dua orang anak, Dita Aditya Ruki, SE dan Ulli Aulia Ruki. 

Pada 1987, ia mendapatkan gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta. Pada 1970, ia meniti karier sebagai perwira kepolisian. Taufiq sempat menjabat Komandan Peleton Taruna Akpol, lalu sebagai perwira staf bagian operasi Polwil Purwakarta. Kemudian ia menjadi Perwira seksi reskrim Polres Karawang, Kepala Kepolisian Sektor Kelari Polres Karawang, Kepala Subseksi Kejahatan Poltabes Bandung, Kepala bagian operasi Polres Baturaja, dan Kepala Bagian Operasi Poltabes Palembang.

Periode 1989-1991, ia dipercaya menjabat kepala kepolisian Resort (Kapolres) Cianjur dan terus naik menjadi Kapolres Tasikmalaya periode 1991-1992. Selesai dari situ, Ruki menjadi Sekretaris Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar dan berakhir sebagai Kepala Kepolisian Wilayah (Kapolwil) Malang, Jawa Timur.

BACA JUGA: Round Up : Artidjo Dewas KPK dan Komitmen Jokowi Memberantas Korupsi

Saat reformasi mulai bergulir, Taufiequrachman mendapatkan tugas baru di dunia politik. Dia ditunjuk untuk menjadi anggota DPR RI dari Fraksi TNI-Polri dan menjadi anggota DPR untuk tiga periode, yakni 1992-1997, 1997-1999, dan 1999-2001.

Pada masa itu, ia beberapa kali menjadi ketua Komisi VII dan I. Di masa awal reformasi, dia juga terlibat sebagai anggota panitia Ad hoc I Badan Pekerja MPR 2000-2001. Setelah berkarier di dunia legislatif, dia beralih tugas ke yudikatif. Taufiqurachman menggawangi lembaga baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai ketua periode 2003-2007.

Ia orang pertama yang menjadi ketua KPK. Pensiun dari KPK, namanya mulai hilang dari pentas nasional selama tujuh tahun. Namanya kembali mencuat, pada awal 2015, saat KPK periode 2010-2015 mengalami kekosongan pimpinanan karena salah satu pimpinannya berperkara dengan kepolisian. Akibatnya, Presiden Joko Widodo menunjuk Taufiequrachman, Johan Budi, Indriyanto Seno Adji untuk memimpin KPK sementara hingga pemilihan pimpinan baru akhir 2015. Ini jabatan kedua kalinya bagi Taufiequrahman di KPK.

Setelah tidak lagi bersama KPK, Ruki kembali terjun ke dunia politik. Ia diangkat menjadi ketua Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar VIII Islah di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, 8-10 April 2016 silam.

Saat ini, nama Ruki kembali mencuat sebagai calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK bersama Artidjo Alkostar dan Albertina Ho. Sebagai Ketua KPK pertama kali, pengalaman dan visi Ruki sangat dibutuhkan untuk mengawasi lembaga antirasuah tersebut. Selamat datang kembali, Komandan. (Foto: merdeka)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00