• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

BPPT Terapkan Teknologi 'Remote Sensing' untuk Menghitung Potensi Kerugian Karhutla

11 December
14:39 2019
1 Votes (5)

KBRN, Tangerang Selatan : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah (PTPSW) menggelar "Temu Bisnis dan Bedah Produk Inovasi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Terkait Valuasi Ekonomi Lahan Gambut", di Tangerang Selatan, Selasa (11/12/2019) siang. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah BPPT, Tri Handoko Seto kepada wartawan di sela-sela kegiatan mengatakan, temu bisnis dan bedah produk ini bertujuan untuk mengenalkan apa saja yang telah dihasilkan oleh BPPT kepada masyarakat dan mitra BPPT, agar semua produk inovasi BPPT dapat di kenal dan dimanfaatkan kalangan luas. 

Terkait valuasi ekonomi lahan Gambut, menurut Tri Handoko, BPPT menggunakan teknologi karakterisasi  berbasis penginderaan jauh (Remote Sensing) dan  geofisika serta teknologi akustik  tomografi untuk wilayah perairan.

"Saat ini kami baru menghitung potensi kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau yang ditaksir mencapai Rp 49 triliun. Perhitungan ini menggunakan 22 komponen mulai dari ketebalan gambut, pendidikan, pariwisata, ekonomi, transportasi, kesehatan dan lain-lain," terangnya.

Valuasi ekonomi lahan Gambut sendiri sudah diterapkan di Provinsi Riau, ke depan harapannya seluruh Indonesia akan lakukan valuasi ekonomi lahan gambut, kira-kira kerugian kalau terjadi kebakaran hutan berapa dan apa langkah-langkah pencegahannya,” kata Seto di sela acara Temu Bisnis dan Bedah Produk Inovasi Tekologi.

Valuasi ekonomi lahan gambut ini, lanjut Tri Handoko, tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah tapi juga swasta. Sebab pihak swasta juga butuh kejelasan, sebenarnya di lahan konsensinya tahun ini berapa luas yang terbakar, kerugiannya, dan valuasi ekonominya.

"Dengan adanya data yang baik, pihak swasta bisa membuktikan bahwa pengelolaan hutan di wilayah konsensinya sudah dilakukan dengan baik dan tidak menimbulkan emisi karbon," pungkasnya. 


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00