• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kepala BKKBN Prihatin SKAP 2019 Tidak Penuhi Target

10 December
15:22 2019
0 Votes (0)

KBRN,  Jakarta: Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), mengatakan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Pemerintah (SKAP) untuk program KKBPK tahun 2019 menunjukkan capaian yang memprihatinkan. Tercatat hanya satu dari lima sasaran strategis program KKBPK tahun 2019 yang dapat memenuhi bahkan melampaui target.

"Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP-red) dapat mencapai 24,6 persen dari target 23,5 persen. Angka kelahiran total yang diharapkan turun menjadi 2,28 per WUS usia 15-19 tahun, justru menunjukkan peningkatan menjadi 2,45.

"Begitu pula dengan penggunaan kontrasepsi modern yang turun menjadi 54,97 persen dari tahun sebelumnya 57 persen. Tingkat putus pakai menunjukkan angka yang sama dengan capaian SDKI 2017 sebesar 29 persen, meningkat 4 persen dari tahun 2018. Selain itu capaian unmet need tidak bergerak di angka 12,1 persen," kata Hasto usai memberikan sambutannya pada acara Diseminasi Hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK yang digelar di Auditorium BKKBN, Jakarta Selasa (10/12/2019).

Meski demikian Hasto menjelaskan ada dua capaian kinerja BKKBN yang memuaskan dalam satu tahun terakhir ini. Indikator pertama yaitu angka kelahiran pada wanita usia subur 15-19 tahun yang dapat diturunkan menjadi 33 per 1000 perempuan usia 15-19 tahun sedangkan indikator kedua adalah peningkatan pengguna KB yang berhasil mencapai 24.6%.

Hasto menjelaskan hasil tersebut dilakukannya dengan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) 2019. SKAP merupakan survey tahunan berskala nasional yang dirancang representative provinsi yang dapat memberikan gambaran estimasi parameter provinsi dan dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi capaian Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), 

Hasto menjelaskan kegiatan ini juga diikuti penandatanganan Kesepahaman Bersama antara BKKBN dengan Perkumpulan Dokter Spesialis Urologi Indonesia (IAUI) tentang Peningkatan Program KKBPK Terintegrasi dengan Program IAUI. 

"Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan KB Pria Vasektomi dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi," ujarnya.

Lebih lanjut kata Hasto, BKKBN diberi mandat oleh Presiden untuk berkontribusi secara langsung terhadap 2 dari 7 agenda Pembangunan/Prioritas Nasional (PN) pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 yaitu untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing serta mendukung revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. 

"Dalam prioritas nasional meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, BKKBN  memiliki peran yaitu pengendalian penduduk dan penguatan tata kelola kependudukan, dengan kegiatan prioritas pemaduan dan sinkronisasi kebijakan pengendalian penduduk dan yang kedua peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, dengan kegiatan prioritas peningkatan kesehatan ibu anak, KB dan Kesehatan Reproduksi," jelas Hasto. 

Sedangkan kata Hasto indikator yang tidak mencapai target dari hasil SKAP 2019, menunjukkan:
1) angka total fertilitas yang hanya mencapai 2,45 dari target 2,28 (capaian 93,1 persen); 
2) penggunaan kontrasepsi modern hanya mencapai 54,97 persen dari target 61,3 persen (capaian 89,7 persen); 
3) kebutuhan KB yang tidak terpenuhi (unmet need) yaitu 12,1 persen dari target 9,9 persen (capaian 81,8 persen); dan 
4) tingkat putus pakai kontrasepsi yaitu 29 persen dari target 24,6 persen (capaian 84,8 persen). 

"Pencapaian program yang tidak menggembirakan perlu menjadi perhatian kita bersama. Kita harus bersama-sama melakukan instropeksi diri terhadap pencapaian program yang tidak optimal yang ditunjukkan melalui hasil SKAP 2019. Instropeksi bukan hanya pada pelaksanaan program akan tetapi dimulai dari proses perencanaan," kata Hasto.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00