• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Banyak ODHA Bertahan Belasan Tahun, Begini Perjalanan HIV Menjadi AIDS

9 December
20:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Badan Kependudukan dan Keluraga Berencana Nasional (BKKBN) terus melakukan sosialisasi cara menangani kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Guna menekan angka ODHA di Indonesia, BKKBN juga menggalakkan program pemeriksaan kesehatan yang dapat ditemui di semua pelayanan kesehatan publik.

BKKBN telah menggelar seminar dalam memperingatai Hari Aids Sedunia (HAS) “Bersama Masyarakat Meraih Sukses” di Gedung BKKBN, Jakarta Timur, Senin (9/12/2019). Dokter Spesialis Obsteri dan Ginekologi Rumah Sakit Tarakan, Ekarini Aryasatiani mengatakan penularan HIV/AIDS hanya dapat terjadi dalam kontak langsung.

Sedangkan, terkait HIV menjadi AIDS, dr Ekarini mengatakan itu dapat dicegah dengan cara minum obat ARV secara rutin bagi semua ODHA.

“HIV ke AIDS itu terjadi karena tidak diobati. Tapi, kalau mereka terus minum obat seumur hidup, mereka bisa terhindar AIDS dengan segala ketentuannya juga,” terang dia.

Baca juga : Aktivis ODHA: HIV Itu Virus Sopan

Dia juga merujuk ke salah satu survivor ODHA, Baby R Nasution. Selama 17 tahun, Baby bertahan hidup dengan HIV dengan gaya hidup normal, namun rutn minum obat, ARV.

Kehadiran Baby di tengah ODHA di Indonesia menunjukkan bahwa masih ada harapan hidup bagi mereka, ODHA. Bahkan, saat ini Baby R Nasution dikenal luas sebagai aktivis ODHA dari Yayasan Ikatan Positif Perempuan Indonesia (IPPI). Baby tetap hidup sehat, tanpa kekurangan satu apa pun dengan menghidupi dua anak negatif HIV/AIDS.

Berikut ini hasil kajian yang menjadi data BKKBN mengenai perjalanan HIV menjadi AIDS. 

Fase pertama, atau periode jendela ;

1.Virus HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah.

2. Gejala  dan tanda belum terlihat jelas, orang tersebut terlihat masih sehat dan merasa sehat.

3. Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini.

4. Fase ini berlangsung sekisar 2-10 minggu.

Fase kedua, atau HIV positif tanpa gejala ;

1.Virus HIV mulai berkembang biak di dalam tubuh.

2.Masih belum terlihat gejala khusus.

3.Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV.

4.Fase ini berlangsung selama 5-10 tahun.

Fase ketiga, atau AIDS ;

Mulai muncul gejala-gejala penyakit terkait dengan HIV, karena menurunnya sistem kekebalan tubuh seperti :

1.Keringat dingin berlebihan pada waktu malam.

2.Diare terus menerus.

3.Pembengkakan kelenjar getah bening.

4.Flu tidak sembuh sembuh.

5.Nafsu makan berkurang.

6.Berat badan terus menurun.

Fase keempat, atau infeksi oportunistik ;

1.Sistem kekebalan tubuh menurun drastis, sehingga penyakit mudah menyerang tubuh.

2.Pada fase ini kekebalan tubuh berkurang dan timbul penyakit tertentu yang disebut dengan infeksi oportunistik, seperti :

- Kanker kulit yang disebut dengan sarcoma Kaposi

- Infeksi paru-paru

- Infeksi usus yang menyebabkan diare terus menerus

- Infeksi otak

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00