• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kepala BNPB Kunjungi Gua Ek Leuntie Aceh Besar, Gua yang Merekam Kejadian Tsunami

7 December
18:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Aceh Besar : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo berkunjung ke Provinsi Aceh. Dalam kunjungannya selama dua hari Sabtu, Minggu (6-7/12/2019) Kepala BNPB menghadiri agenda peluncuran program BNPB keluarga tangguh bencana (KATANA) yang berlangsung di Pasi Jantang, Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB Doni Monardo menyempatkan diri berkunjung ke lokasi situs peninggalan tsunami Gua Ek Leuntie yang berada di Desa Pasi, Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam rombongan tersebut turut dihadiri oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan sejumlah pejabat terkait dari berbagai stakeholder. 

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, bencana tsunami merupakan peristiwa yang berulang, tidak hanya di Aceh, tsunami juga pernah melanda di sejumlah daerah di Indonesia.

"15 tahun tsunami Aceh saya ingin pertama sekali mengatakan tsunami diawali dengan gempa yang terjadi dan itu adalah peristiwa berulang. Kenapa kita bisa melibat itu karena bukti sejarah masa lalu baik yang terjadi dan tercatat di berbagai lembaran negara maupun yang berhasil dikumpulkan BNPB dengan sejumlah pakar ahli yang berkunjung ke Belanda," kata Doni, Sabtu (7/12/2019). 

Doni juga menyebutkan, bencana tsunami bukan hanya pernah terjadi di Aceh, tapi di sejumlah wilayah di tanah air.

"Jadi gempa dan tsunami bukan hanya terjadi di Aceh, terjadi di wilayah Indonesia lainnya terutama di pantai bagian barat sumatera kemudian selatan Pulau Jawa dan hampir sebagian besar wilayah timur Indonesia," ungkapnya. 

"Khusus Aceh pada beberapa bulan lalu saya berkunjung ke Aceh dan bertemu dengan peneliti dan mengajak saya mengunjungi ke gua Ek Leuntie, di Lhoong Aceh Besar," ujarnya. 

"Di Gua Lhoong itu terdapat sedimen sedimen lapisan dari material yang mayoritas adalah pasir yang berupa endapan. Setelah diteliti ternyata ada banyak lapisan. Kalau tidak salah ada 14 lapisan dan masing masing lapisan memiliki usia yang berbeda. Telah dilakukan penelitian ke beberapa negara termasuk ke Australia dan Amerika," ungkap Doni. 

Menurutnya, usia tertua tsunami yang pernah terjadi yang terekam di dalam gua tersebut adalah 7500 tahun berturut, 5400 tahun, 3300 tahun, 2800 tahun, artinya pernah terjadi gempa dan tsunami seperti yang terjadi pada 26 Desember 2004 lalu yang menimbulkan korban lebih 170 ribu orang di wilayah Aceh ditambah puluhan ribu di berbagai dunia. 

"Artinya tsunami 2004 bukan yang pertama, tetapi sudah pernah berulang terjadi," tambahnya. 

Sementara Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, pemerintah Aceh siap mendukung seluruh program mitigasi bencana baik dari BPBA maupun BNPB. 

Dia berharap, dari program keluarga tangguh bencana tersebut BPBA bisa mensosialisasikan secara luas kepada masyarakat Aceh tentang mitigasi bencana, karena diketahui Aceh merupakan daerah rawan bencana seperti gempa bumi, tsunami hingga bencana banjir dan tanah longsor.

"Ya tentu program ini sejalan dan bersinergi antara BPBA dan BNPB, saya tentu berharap kepada BPBA untuk melakukan pemetaan di wilayah rawan bencana untuk melakukan sosialisasi keluarga tangguh bencana," kata Nova. 

Seperti diketahui, Gua Ek Leuntie merupakan situs sejarah yang merekam peradaban jejak tsunami yang pernah melanda tanah rencong. Di Gua Ek Lunthie ini terekam Jejak tsunami Aceh yang telah terjadi sejak 7400 tahun silam. terlihat di goa ek lunthie jejaknya berupa sendimen atau endapan lumppur yang membuktikan tsunami telah menerjang Aceh dalam tiga fase dan fase terakhir adalah pada tanggal 26 Desember 2004 silam.  

Kegiatan program keluarga tangguh bencana ini diikuti oleh 1500 an peserta dari berbagai stakeholder. Program Katana akan dilaunching pada Minggu (7/12/2019). Dalam kegiatan ini peserta mendapat pemaparan dan sosialisasi dari pemateri tentang keluarga tangguh bencana khususnya tentang edukasi pengurangan resiko bencana.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00