• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

DPR: Pencopotan Dirut Garuda Sudah Melalui Proses Komite Audit

6 December
15:37 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Demokrat H Herman Khaeron mengatakan bahwa sebelum Menteri BUMN Erick Thohir mencopot jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara semua sudah melalui proses komite audit secara mendalam.

"Saya kira Menteri mengambil keputusan berdasarkan komite audit ya, komite audit sudah melakukan pendalaman terhadap persoalan ini dan kemudian dilaporkan ke dewan komisaris, dewan komisaris merekomendasikan kepada milik saham diluar. Nah itulah yang diwakili oleh Menteri BUMN ini sebuah proses yang menurut saya memang belum mencuat kepada publik bahwa ada proses yang sampai pada keputusan Menteri untuk memberhentikan Dirut Utama Garuda," jelasnya kepada RRI, Jumat (6/12/2019).

Menurutnya Menteri BUMN Erick sempat menyampaikan kepada Komisi VI DPR RI ingin memiliki Direksi BUMN yang berakhlak, selain profesional Erickn ingin para direksi BUMN dapat mempunyai akhlak yang mulia.

"Ini bahasa akhlak mulia tentu jadi bagian yang diwujudkan oleh Menteri dengan berhentikan Dirut Garuda dan juga kami pastikan Garuda tidak terganggu oleh karena Dirut diberhentikan," katanya.

Ia menyebut bahwa kejadian ini murni insidensial yang tiba-tiba mencuat ke permukaan. Tetapi jika rumor yang terkait dengan barang bawaan dari luar yang dibawa crew dan lain sebagainya pasti sudah menjadi rumor publik.

"Tetapi kemudian kalau Dirut Garuda membawa harley davidson dengan sparepartnya yang mahal tentu ini baru terjadi. Saya kira bagi seorang pejabat publik yang memiliki otoritas dan kewenangannya, ya sepantasnyalah kalau memang terbukti bersalah, terbukti memang Dirut Garuda yang melakukannya ini sebuah akibat yang harus diterima pejabat publik," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, telah resmi menyatakan secara tegas mencopot Ari Askhara sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk.

"Saya sebagai Kementerian BUMN tentu akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick dalam jumpa pers di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (5/12/2019). 

Dia menuturkan, ini memang perlu proses, karena Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka. Erick menegaskan telah melalui prosedur untuk memberhentikan Ari Askhara

Pada Minggu (17/11/2019) lalu, petugas Bea dan Cukai melakukan pengecekan dan menemukan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF) di Bandara Soekarno Hatta. 

Pesawat dengan nomor penerbangan GA9721 bertipe Airbus A330-900 Neo kala itu baru datang dari pabrik Airbus di Perancis. Pihak Garuda Indonesia telah memberitahukan kedatangan pesawat kepada Bea dan Cukai. Pesawat mengangkut 10 orang kru sesuai dokumen general declaration crew list dan 22 orang penumpang sesuai dokumen passenger manifest. Pesawat bertipe baru dan belum pernah dioperasikan Garuda Indonesia ini telah meminta izin untuk mendarat di hanggar milik PT GMF. 

Barang selundupan ditemukan di lambung pesawat atau tempat bagasi penumpang. Petugas membongkar 18 boks warna coklat dengan claim tag sebagai bagasi penumpang dan mendapati adanya 15 koli berisi part morot Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai. Selain itu, ditemukan 3 koli claim tag tas atas nama LS berisi dua Brompton kondisi baru dan aksesoris sepada lainnnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00