• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kementerian BUMN: Penyelundupan Onderdil Harley, Awalnya Ramai di Medsos

6 December
14:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Masalah penyelundupan barang mewah, Harley Davidson tipe Shovelhead keluaran 1972 dan sepeda Brompton, berbuntut pemecatan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara. Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan bahwa laporan mengenai Ari Akshara didapat dari masyarakat.

"Jadi setelah kita mendapatkan laporan masyarakat mengenai kejadian ini, kami minta kepada teman-teman keuangan dalam hal ini ibu Sri Mulyani untuk investigasi lebih detail kita paham kepada kawan-kawan di beacukai," jelasnya kepada RRI, Jumat (6/12/2019).

"Kan ada di sosmed, sosmed kan ramai, di WA ada, dari sana kemudian kami melakukan ke internal kami, kan Garuda punya komisaris, kami manfaatkan komisaris kami untuk meminta audit melalui komite auditnya, hasil komite auditnya tersebut disitulah terbuka kasusnya, kita tahu dari situ maka pak Erick mengambil langkah," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa mengenai Plt Dirut Garuda nantinya akan diberitahu siapa kandidatnya. Penunjukkan Plt Dirut Garuda sendiri nantinya akan menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu.

"Pasti ada penggantinya, tapi proses. Ada proses RUPS, dirut pasti non aktif sambil nunggu RUPS. Kita nunggu saja pasti ada PLT bisa saja dari dalam bisa saja dari luar, tergantung para komisaris," tutupnya.

Sebelumnya, pada Minggu (17/11/2019) lalu, petugas Bea dan Cukai melakukan pengecekan dan menemukan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF) di Bandara Soekarno Hatta. 

Pesawat dengan nomor penerbangan GA9721 bertipe Airbus A330-900 Neo kala itu baru datang dari pabrik Airbus di Perancis. Pihak Garuda Indonesia telah memberitahukan kedatangan pesawat kepada Bea dan Cukai. Pesawat mengangkut 10 orang kru sesuai dokumen general declaration crew list dan 22 orang penumpang sesuai dokumen passenger manifest. Pesawat bertipe baru dan belum pernah dioperasikan Garuda Indonesia ini telah meminta izin untuk mendarat di hanggar milik PT GMF. 

Barang selundupan ditemukan di lambung pesawat atau tempat bagasi penumpang. Petugas membongkar 18 boks warna coklat dengan claim tag sebagai bagasi penumpang dan mendapati adanya 15 koli berisi part morot Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai. Selain itu, ditemukan 3 koli claim tag tas atas nama LS berisi dua Brompton kondisi baru dan aksesoris sepada lainnnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00