• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

DPR Sebut Sistem Rekapitulasi Elektronik Suara Pemilu akan Diuji Coba di Beberapa Daerah di Indonesia

3 December
23:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustofa mengatakan, teknologi rekapitulasi suara elektronik atau e-recap yang di gagas KPU belum dapat diterapkan sepenuhnya di Pilkada 2020 mendatang, mengingat terbatasnya waktu pembahasan gagasan ini di DPR dan pertimbangan kesiapan dari sisi penyelenggara Pilkada daerah itu sendiri.

“Kalo liat dari waktunya dan tentu kesiapan penyelenggara kan belum tentu kalo kita setujui UUnya, penyelenggaranya siap dengan e-recap. belum tentu siap juga kan gitu,” ungkap Saan kepada awak media di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Saan menjelaskan penggunaan E-Recap ini nantinya akan diatur dalam UU Kepemiluan. Pembahasannya kini masih menunggu persetujuan dari Badan Legislatif di DPR.

“Nanti kali misalnnya kita sudah disetujui misalnya UU Pemilu itu Prolegnas 2020 prioritas, baru kita akan undang masyarakat, undang KPU, semua pihak-pihak terkait termasuk NGO yang concern di bidang pemilu untuk meminta masukan,” tuturnya.

Meski tak dapat digunakan penuh di Pilkada 2020, Saan mengatakan Komisi II mendorong agar system rekpitulasi elektronik ini bisa di uji coba di 2020 mendatang. Dengan catatan hanya di beberapa daerah yang notabenennya telah siap baik dari sisi Infrastruktur maupun SDMnya. Misalnya Medan, Sumatera Utara dan Batam, Kepulauan Riau.

“Di Pilkada 2020, di daerah-daerah tertentu dulu misalnya daerah yang secara tadi friendly terhadap teknologi informasi, jadi gak bisa juga misalnya diterapkan di daerah yang masih jauh ya secara teknologinya, jadi bisa ambil sample-sample daerah-daerah mana yang Pilkada yang itu memungkinkan untuk dilakukan elektronik rekapitulasi,” ucapnya.

Mekanismenya kata dia nantinya E-Rekap ini bisa saja menjadi pendamping dengan rekap manual suara yang dilakukan petugas di TPS. 

Kemudian dia menegaskan uji coba di Pilkada 2020 untuk mematangkan kesiapan system ini yang mungkin akan digunakan penuh dalam Pilpres 2024 mendatang.

“Maka kita dorong bagaimana penyelenggara ide, gagasan, E-Rekap ini kita uji cobakan aja dan kita jadikan pendamping dalam rekap manual. Kita uji cobakan supay nanti di 2024 bener-bener sudah siap dan punya hasil uji cobanya,” tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00