• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Bea Cukai Ambon Sita Ratusan Bungkus Rokok Ilegal di Wilayah Transmigrasi

3 December
21:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Ambon masih menemukan ratusan bungkus rokok ilegal, liquid vape dan minuman mengandung etil alkohol yang dijual tanpa dilekati pita cukai. 

Barang-barang hasil penindakan sejak 2017 hingga 2019 berupa 226 bungkus rokok berbagai merk, 300 botol liquid vape serta 20 minuman beralkohol senilai Rp 66.946 000 dimusnahkan di Halaman Kantor Bea Cukai Ambon, Selasa (3/12/2019).

Pemusnahan dengan cara membakar barang ilegal hasil penindakan dipimpin Kepala Bea Cukai Ambon, Yanti Sarmuhidayanti, didampingi Kakanwil Bea Cukai Maluku, Wadir Krimsus Polda Maluku beserta perwakilan Kejaksaan Negeri Ambon. 

"Hasil penindakan kita rokok ilegal paling banyak kita dapati di daerah transmigrasi. Kebanyakan masyarakat asli Ambon lebih suka mengonsumsi rokok yang legal. Rokok ilegal lebih murah, karena bertolak belakang dengan budaya orang ambon, jadi kita mudah ketemunya," jelas Yanti.

Rokok tersebut dipasok dari Pulau Jawa, karena sebagian besar sentra industri rokok berasal darisana. 

Berbeda dengan jumlah sitaan minuman beralkohol yang sedikit, dikarenakan di Ambon lebih banyak yang mengonsumsi minuman keras lokal. 

"Itu yang kita sita ada red label, civas regal harganya diatas 1 juta. Kita sita dari toko yang tidak punya ijin melakukan penjualan minuman mengandung ethil alkohol," tegasnya.

Setiap toko yang hendak menjual minuman beralkohol wajib mengantongi ijin nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC). 

Yanthi mengaku jumlah penindakan di wilayahnya tidak besar, karena dalam pemetaan masuk wilayah low risk. Dari penindakan selaam tiga tahun potensi kerugian negara sebesar Rp 25.334.710

"Kita masuk wilayah low risk. Karena memang budaya orang ambon sedikit berbeda," timpalnya.

Bea Cukai Ambon mengajak masyarakat dan pelaku usaha mematuhi ketentuan yang ditetapkan dengan menjalankan usaha secara legal. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00